"Pembagian kelas dilakukan berdasarkan tingkatan sekolahnya masing-masing. Jadi, rider yang masih SD berkompetisi dengan rider sesama SD, begitu seterusya. Dengan demikian ada perimbangan kekuatan," papar putri dari pemilik APM Equestrian Centre dan pendiri sekaligus penggagas Asosiasi Event Organizer Equestrian Indonesia, Triwatty Marciano.
Sejauh tidak bertentangan dengan regulasi dari Federasi Equestrian Internasional (FEI), berbagai kreasi untuk lebih mendukung kelancaran program pembinaan dan menunjang pencapaian atlet yang handal tentu saja dimungkinkan.
Apalagi, gelaran 'CIO' tetap berada dalam pantauan FEI dengan merekomendasikan keterlibatan beberapa 'expert'-nya di sini, misalnya Lorraine Bottreau (Argentina) sebagai juri tunggang serasi, Ho Nai Yun yang presiden ground-jury show jumping asal Singapura, dan Olaf Peterson, pakar 'course designer' dari Jerman.
Baca tanpa iklan