News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

MotoGP

MotoGP 2021 - Tak Ada Motor yang Sempurna, Kualitas Pembalap jadi Tolak Ukur Utama

Pembalap berkompetisi dalam balapan MotoGP pada Grand Prix Portugis di Sirkuit Internasional Algarve di Portimao pada 22 November 2020. PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP

TRIBUNNEWS.COM - Mantan manajer Repsol Honda, Livio Suppo menyebut di kejuaraan MotoGP tak ada yang namanya motor sempurna.

Menurut Livio Suppo, adalah hal yang wajar jika setiap tim pabrikan memiliki motor dengan berbagai keunggulannya masing-masing.

Namun adanya kelebihan dipastikan memiliki pasangan yang dinamakan kekuarangan, hal itu yang membuat Suppo berani menyebut tak ada yang sempurna untuk motor yang mengaspal di kelas para raja.

Baca juga: Eks-Manajer Valentino Rossi Punya Firasat Aneh Jelang MotoGP 2021

Baca juga: JADWAL MotoGP 2021, Live Trans7 - Luca Marini Inginkan Duel dengan Valentino Rossi

Pebalap Tim Repsol Honda Marc Marquez (kedua kiri) dan Dani Pedrosa (kanan) bersama General Manager Race Operations Management Division Honda Racing Corporation Tetsuhiro Kuwata (kedua kanan) dan Team Principal Livio Suppo membuka penutup motor balap ketika peluncuran Tim Repsol Honda MotoGP 2017 di JI Expo, Jakarta, Jumat (3/2/2017). Tim balap MotoGP Repsol Honda menggunakan Honda RC213V pada ajang MotoGP musim 2017. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Suppo yang banyak malang melintang di dunia balap Grand Prix menyebut keberhasilan suatu tim tidak bisa menggunakan spesifik motor sebagai acuannya.

Sebaliknya, kualitas pembalaplah yang menentukan kemampuan mereka untuk bsia memaksimalkan atribut yang dimiliki si kuda besinya.

Sebagaimana yang diketahui, setiap tim pabrikan memiliki ciri khas pada motornya.

Seperti Yamaha dan Suzuki yang memiliki keunggulan pada akselerasi dalam menikung.

Pun Repsol Honda maupun Ducati mempunyai atribut daya ledak yang hebat dalam memacu kuda besinya di lintasan lurus.

Namun bagi Suppo, semua kembali lagi bagaimana si pembalap untuk memaksimalkan tunggannya dalam lintasan balap.

Ia kemudian mengambil contoh pada tim Repsol Honda pada diri Marc Marquez dan Casey Stone.

Halaman
1234

Berita Populer