News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

BWF Dengar Keluhan Viktor Axelsen, Durasi Turnamen dan Prize Money Bakal Dirubah

Penulis: Niken Thalia
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VIKTOR AXELSEN - Selebrasi kemenangan Viktor Axelsen (Denmark) saat tampil dalam gelaran India Open 2025 di New Delhi, pada 19 Januari 2025. Keluhan Axelsen dikabulkan BWF. (Foto Arsip Januari 2025). (Foto: Instagram @viktoraxelsen)

TRIBUNNEWS.COM - Viktor Axelsen pernah mengeluhkan terkait durasi turnamen major seperti All England (Super 1000) beberapa waktu lalu.

Di tengah jeda tanding BWF World Tour 2025, BWF dikabarkan bakal mengabulkan keluhan Viktor Axelsen pada tahun 2027 mendatang.

Kabar baik ini tentu sesuai dengan komplain yang dilayangkan oleh juara Olimpiade Tokyo dan Paris, Viktor Axelsen.

Yang dengan tegas meminta BWF untuk membuat durasi turnamen seperti All England lebih lama.

"All England dan Super 1000 lainnya bisa menjadi 10 hari lebih lama," tulis Axelsen di akun X (Twitter)-nya.

"Berikan para pemain 1-2 hari istirahat lebih banyak, lebih banyak waktu untuk memeriahkan pertandingan dan bagi media dan penggemar untuk berkomunikasi dengan para pemain."

"Jika tidak selama 10 hari, setidaknya durasi antara tujuh dan sembilan hari. Itu bisa dicoba dengan setidaknya satu pertandingan," tambahnya.

Merangkum NST, BWF akan meninjau kembali soal durasi turnamen hingga peningkatan prize money untuk atlet yang bertanding.

Baca juga: Pujian Viktor Axelsen untuk Alwi Farhan, Masa Depan Cerah Tunggal Putra Indonesia

Upaya ini dinilai sebuah langkah yang diharapkan akan menguntungkan para pemain di seluruh dunia.

Mantan pemain tunggal putra nomor satu dunia asal Malaysia, Roslin Hashim, meyakini bahwa perubahan yang diusulkan sudah tepat waktu dan sangat dibutuhkan.

"Hal ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama, tetapi saya senang BWF kini mempertimbangkannya dengan serius. Ini adalah perkembangan yang positif bagi para pemain," kata Roslin.

Secara khusus, peningkatan hadiah dipandang sebagai langkah maju yang krusial di badminton.

Pasalnya para pemain bulu tangkis terus mendapatkan penghasilan yang jauh lebih sedikit daripada atlet dalam olahraga raket lainnya, seperti tenis.

VIKTOR AXELSEN - Selebrasi Viktor Axelsen, tunggal putra Denmark saat main dalam gelaran Japan Masters 2024 pada 16 November 2024 di Kumamoto, Japan. (Foto: Instagram @viktoraxelsen). (Instagram @viktoraxelsen)

BWF saat ini sedang mengusulkan untuk meningkatkan hadiah uang untuk turnamen dari tahun 2027 hingga 2030.

Sebagai contoh, hadiah uang untuk turnamen tingkat atas Super 1000 seperti All England diperkirakan akan meningkat dari US$1,45 juta (Rp23 miliar) menjadi US$2 juta (Rp32 miliar).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini