News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

MotoGP

Deputi Marc Marquez Berkorban Luar Biasa, Ducati Nomor 1 di Kepala Michele Pirro

Penulis: Guruh Putra Tama
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MARC MARQUEZ - Pembalap Spanyol besutan Ducati Lenovo, Marc Marquez #93, mengarungi kualifikasi MotoGP Ceko 2025 di Sirkuit Brno, pada 19 Juli 2025. (Foto Arsip Juli 2025). (Foto: MotoGP)

 

TRIBUNNEWS.COM - Keputusan Ducati menunjuk Michele Pirro sebagai pembalap pengganti Marc Marquez di sisa MotoGP musim ini langsung memberikan pengaruh besar.

Dari segi hasil di setiap sesi balapan, Pirro memang tak menawarkan banyak hal kepada Ducati.

Lagipula Ducati juga tak membutuhkan banyak hal pada faktor itu lantaran mereka sudah memastikan diri menjadi juara.

Pirro ternyata menawarkan hal besar kepada Ducati selama bertugas sebagai deputi Marc Marquez.

Ia membalap dengan menggunakan beberapa perangkat baru yang bisa menjadi pondasi pengembangan mesin Ducati musim depan.

MARQUEZ DAN BAGNAIA - Foto Bersama Pecco Bagnaia dan Marc Marquez bersama jajaran tim Ducati Lenovo di Sirkuit Motegi, Jepang, dalam gelaran MotoGP Jepang 2025, pada 27 September 2025. (Foto: Laman MotoGP) (MotoGP)

Hal yang dilakukan Pirro itu sekiranya memerlukan hati besar dari sang pembalap.

Dari gambaran yang ia berikan, komponen baru itu belum sepenuhnya pas digunakan di Desmosedici.

Namun itulah tujuan Pirro menggunakan beberapa perangkat baru tersebut.

Ia yang bertugas memastikan perangkat tersebut bisa dikembangkan dan digunakan di Desmosedici musim depan.

Pirro mengaku mulai merasakan perkembangan lebih baik saat menjalani balapan di Sepang (Malaysia) daripada di Phillip Island (Australia).

Ia bisa lebih bersaing dan mengejar jarak dengan para pembalap lain yang ada di depannya.

Baca juga: Tak Ada Marc Marquez, Pecco Bagnaia Tetap Ukir Prestasi dalam Rekor Pole Position

"Saya berhasil mempertahankan konsistensi selama balapan (Malaysia) berlangsung," kata Pirro dikutip dari laman Motosan.

"Jelas, di awal-awal, ketika saya mengikuti para pembalap lainnya, itu sangat sulit untuk mengejar karena motor menjadi lebih sulit dikendarai daripada situasi normal saat saya melakukannya di sesi latihan, yang mana saya selalu sendirian."

"Lap demi lap, saya terus mengalami peningkatan, jadi saya bisa mengurangi selisih waktu dengan pembalap yang ada di depan saya."

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini