TRIBUNNEWS.COM - Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro kini merembet ke dunia olahraga.
FIFA dan Komite Olimpiade Internasional menghadapi tekanan global untuk menjatuhkan sanksi terhadap AS, termasuk ancaman pencabutan status tuan rumah Piala Dunia 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Di tengah sorotan publik dan kampanye boikot, masa depan pesta sepak bola terbesar dunia serta kiprah tim nasional AS, The Yanks, terancam diguncang krisis politik dan diplomasi internasional.
Baca juga: Pelatih Persija Berikan Selamat Kepada John Herdman: Harap Bisa Bawa Skuad Garuda ke Piala Dunia
Tuan Rumah AS dan Ancaman Geopolitik
Amerika Serikat adalah tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama dengan Kanada dan Meksiko.
Selain itu Los Angeles, California, Amerika Serikat juga akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas pada 2028.
Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan format baru yang bersejarah.
Turnamen ini akan digelar bersama oleh 16 kota di tiga negara Amerika Utara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadikannya edisi pertama yang berlangsung di tiga negara sekaligus.
Untuk pertama kalinya, jumlah peserta putaran final akan bertambah menjadi 48 tim, dari sebelumnya 32 tim sejak edisi 1998 hingga 2022.
Penawaran bersama Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berhasil mengalahkan Maroko dalam pemungutan suara Kongres FIFA ke-68 di Moskow.
Piala Dunia 2026 juga mencatatkan sejarah baru bagi Meksiko, yang akan menjadi negara pertama menjadi tuan rumah atau co-host Piala Dunia pria sebanyak tiga kali, setelah edisi 1970 dan 1986.
Amerika Serikat terakhir menjadi tuan rumah pada 1994, sementara Kanada akan mencatat debutnya sebagai tuan rumah bersama turnamen putra.
Berbeda dengan edisi 2022 di Qatar yang digelar pada November–Desember, Piala Dunia 2026 akan kembali ke jadwal tradisional musim panas.
Turnamen ini juga bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, menambah makna simbolis bagi pesta sepak bola terbesar dunia.
Namun, ajang sepak bola di negara adikuasa seperti AS bukan tanpa ancaman.
Pada November 2025, media Internasional DW pernah menulis tentang World Cup 2026: Could cohost politics have an impact?.
Baca tanpa iklan