News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bulu Tangkis

Respon Indonesia dan Malaysia soal Format Baru Turnamen BWF: BAM Minta Lebih Adil, PBSI Optimis

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TIM PIALA SUDIRMAN - Tim Badminton Indonesia yang berjuang di Piala Sudirman 2025 China foto bersama dengan para pengurus PP PBSI setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (5/5/2025). - Revolusi format turnamen yang digulirkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memicu respons serius dari dua kekuatan besar Asia Tenggara, Malaysia dan Indonesia. Tribunnews/Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM - Revolusi format turnamen yang digulirkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memicu respons serius dari dua kekuatan besar Asia Tenggara, Malaysia dan Indonesia. 

BWF melakukan transformasi besar-besaran dalam agenda turnamen yang mereka gelar, dengan jadwal yang lebih banyak dan juga memakan waktu yang lebih lama di setiap turnamennya.

Bakal ada 36 event dalam satu tahun kalender, dengan lima diantaranya berstatus level BWF Super 1000, lebih banyak satu dibanding saat ini.

Dalam format baru, turnamen level Super 1000—termasuk Malaysia Open dan Indonesia Open—akan digelar selama 11 hari dengan total hadiah meningkat menjadi 2 juta dolar AS.

Sementara itu, kejuaraan beregu mayor seperti Thomas Cup, Uber Cup, dan Sudirman Cup akan diperluas dari 16 menjadi 24 tim serta berdurasi 12 hari.

Baca juga: Format Baru Turnamen BWF: Super 1000 Bakal Digelar 11 Hari, Sektor Tunggal Pakai Sistem Grup

Respon BAM

Sekretaris Jenderal Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) Datuk Kenny Goh menilai menyebut perubahan ini sebagai konsekuensi logis demi pertumbuhan olahraga.

Namun ia tak menutup mata terhadap tekanan finansial yang muncul. Kebijakan baru BWF itu menghadirkan tekanan finansial dan logistik yang tidak kecil.

"Memang banyak tantangan, bukan hanya soal prize money, tetapi juga durasi turnamen yang lebih panjang," ujar Kenny.

Namun demikian, mempertahankan status Malaysia Open sebagai Super 1000 jauh lebih penting bagi eksistensi bulu tangkis Malaysia.

"Kalau kita bisa mempertahankan status World Tour 1000, artinya semua pemain top dunia wajib datang ke Malaysia. Itu hal yang sangat baik," tegasnya.

Menurut Kenny, eksposur televisi menjadi kunci utama pertumbuhan olahraga. 

"Selama Anda tidak mendapatkan rating TV, olahraga Anda tidak akan terlihat publik," ujarnya.

Disisi lain, Kenny juga menyoroti kejuaraan mayor seperti Piala Sudirman, Thomas dan Uber Cup.

BAM meminta BWF menghadirkan skema bisnis yang lebih seimbang.

Kenny sedikit ragu, apakah penambahan durasi otomatis meningkatkan minat penonton, terutama di fase awal kejuaraan beregu yang selama ini cenderung sepi. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini