News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bulu Tangkis

Kompak, Viktor Axelsen dan Jagoan Malaysia Satu Suara soal Format Poin 3x15

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VIKTOR AXELSEN - Selebrasi kemenangan Viktor Axelsen (Denmark) saat tampil dalam gelaran India Open 2025 di New Delhi, pada 19 Januari 2025. Rencana Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengubah sistem skor dari 3x21 menjadi 3x15 mendapat respon dari pemain. Viktor Axelsen dan jagoan Malaysia menilai format poin baru 3x15 layak dicoba dan berpotensi menarik. (Foto: Instagram @viktoraxelsen)

Ringkasan Berita:

  • BWF berencana mengganti sistem skor 3x21 menjadi 3x15 demi pertandingan yang lebih cepat dan intens.
  • Thinaah Muralitharan Viktor Axelsen sama-sama menilai format baru layak dicoba dan berpotensi menarik.
  • Keputusan final akan ditentukan dalam rapat tahunan BWF pada 25 April di Denmark.

TRIBUNNEWS.COM - Rencana Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengubah sistem skor dari 3x21 menjadi 3x15 kembali mendapat respon dari pemain.

BWF akan mememutuskan soal poin baru 3x15 ini dalam rapat umum tahunan pada 25 April mendatang di Denmark.

Format poin baru itu diyakini bakal mengubah banyak hal dalam dunia bulu tangkis, mulai dari ritme permainan, strategi, hingga peta persaingan dunia.

Dengan 3x15, itu artinya satu gim hanya dimainkan sampai 15 poin, bukan 21 seperti yang sudah dipakai hampir dua dekade terakhir.

Artinya, pertandingan berpotensi lebih singkat, ritmenya lebih cepat, dan tekanan mental pemain meningkat karena selisih poin kecil bisa langsung menentukan hasil.

Selama ini, sistem 3x21 memberi ruang bagi pemain untuk bangkit saat tertinggal. Namun dalam format 3x15, kehilangan lima poin saja sudah membuat posisi setengah jalan menuju kekalahan. 

BWF telah menguji aturan poin tersebut dalam beberapa turnamen di level bawah, namun untuk turnamen papan atas seperti BWF World Tour belum dilakukan uji coba.

Dalam rapat tahunan pada 25 April yang bertepatan dengan gelaran Piala Thomas dan Piala Uber, BWF nantinya akan menetapkan nasib aturan poin baru ini dengan pemungutan suara dari para anggota.

Baca juga: Respons Pemain Malaysia soal Poin Bulu Tangkis 15x3, Anak Asuh Nova Widianto Pede Dapat Untung

Thinaah: Lebih Cepat, Lebih Intens

Sejumlah pemain telah bersuara mengenai aturan poin baru 3x15 ini. Mayoritas mengungakpan tak keberatan meski belum pernah merasakan dalam partai resmi.

Ganda putri nomor dua dunia asal Malaysia, Thinaah Muralitharan, menilai tak ada salahnya mencoba sistem baru tersebut.

Menurutnya, khususnya di sektor ganda putri yang sering berlangsung panjang, format 3x15 bisa membuat laga lebih ringkas dan eksplosif.

Ganda putri pasangan dari Pearly Tan ini menilai poin yang lebih pendek akan memaksa pemain tampil habis-habisan sejak awal. 

Fokus dan kesiapan mental menjadi kunci, karena kehilangan beberapa angka saja bisa langsung mengubah jalannya gim. 

Meski begitu, ia mengakui para pemain masih perlu waktu beradaptasi karena sudah terlalu lama terbiasa dengan 21 poin.

"Jadi semua orang mungkin hanya melakukan sekuat tenaga, menyerang sepenuhnya, tetap fokus sepenuhnya, dan itu pasti akan lebih intens," kata Thinaah dalam sebuah wawancara di podcast The Average Not Average. 

"Dalam sistem 15 poin, kehilangan lima poin menempatkan Anda di tengah permainan dengan hanya sepuluh poin tersisa."

"Itu benar-benar memengaruhi fokus dan persiapan mental," jelas peraih emas SEA Games 2025 ini. 

TANGAN MENGEPAL - Ganda putri Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, meraih gelar juara Indonesia Masters 2026. Pada partai final, mereka menang tanpa bertanding usai pasangan Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, mundur karena alasan kondisi badan. (Tribunnews/Alfarizy) (Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah)

Axelsen: Awalnya Lebih Singkat, Lama-lama Seimbang

Pandangan senada juga disampaikan dua kali juara dunia asal Denmark, Viktor Axelsen. 

Ia memperkirakan pertandingan akan terasa lebih singkat pada awal penerapan sistem baru.

Namun menurutnya, seiring waktu pemain akan menemukan pola dan keseimbangan baru. 

Lebih sedikit poin memang berarti gim lebih cepat selesai, tetapi ia menilai format tersebut tetap berpotensi menarik untuk ditonton. 

Adaptasi tak terhindarkan, dan level permainan diyakini akan kembali stabil setelah masa transisi.

"Ini akan menarik untuk dilihat. Pertandingan pasti akan lebih pendek di awal, tetapi begitu pemain terbiasa, segalanya akan seimbang."

"Lebih sedikit poin berarti pertandingan yang lebih pendek, tidak diragukan lagi, tetapi itu harus menyenangkan untuk ditonton," kata Axelsen, dikutip dari The Star.

VIKTOR AXELSEN - Selebrasi Viktor Axelsen, tunggal putra Denmark saat main dalam gelaran Japan Masters 2024 pada 16 November 2024 di Kumamoto, Japan. (Foto: Instagram @viktoraxelsen). (Instagram @viktoraxelsen)

Baca juga: Respon Indonesia dan Malaysia soal Format Baru Turnamen BWF: BAM Minta Lebih Adil, PBSI Optimis

Antara Hiburan dan Kepentingan Pemain

Perubahan sistem skor bukan sekadar soal angka. BWF ingin pertandingan lebih atraktif dan mudah dikemas untuk kebutuhan siaran serta penonton global.

Di sisi lain, pemain menjadi pihak yang paling terdampak, karena strategi, stamina, hingga pendekatan taktik harus disesuaikan total.

Format poin baru ini nantinya juga tak bisa dilepaskan dari soal rencana BWF yang bakal memanjangkan kalender event.

Selain itu, untuk turnamen Super 1000 juga bakal menjadi lebih panjang dengan 11 hari penyelenggaraan, dan kejuaraan mayor menjadi 12 hari.

Sejauh ini, sistem 3x15 baru diuji di turnamen level bawah dan belum dipakai di ajang World Tour. 

Keputusan final akan ditentukan lewat pemungutan suara seluruh anggota BWF. Jika disetujui, ini bisa menjadi perubahan terbesar dalam lanskap bulu tangkis modern.

(Tribunnews.com/Tio)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini