TRIBUNNEWS.COM - Perhelatan Thomas dan Uber Cup 2026 menjadi agenda badminton bergengsi yang akan dihelat dalam waktu dekat.
Thomas dan Uber Cup 2026 merupakan kompetisi badminton beregu yang akan diselenggarakan di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei mendatang.
Thomas Cup 2026 mempertandingkan tim beregu putra. Untuk daftar pesertanya meliputi China, Indonesia, Taiwan, Jepang, Prancis, Denmark, Malaysia, India, Korea, Thailand, Kanada, Inggris, Finlandia, Swedia, Australia, dan Aljazair.
Sedangkan Uber Cup 2026 mempertandingkan tim beregu putri. Meliputi China, Korea, Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, Indonesia, India, Denmark, Kanada, Bulgaria, Turki, Ukraina, Australia, Spanyol, dan Afrika Selatan.
Adapun saat ini, hasil drawing alias undian Thomas dan Uber Cup 2026 telah dirilis, Rabu (18/3/2026).
Tim beregu putra Indonesia tergabung ke dalam Grup D Thomas Cup 2026 bersama Prancis, Thailand, dan Algeria.
Sementara tim beregu putri Indonesia masuk Grup C Uber Cup 2026 bersama Taiwan, Kanada, dan Australia.
Baca juga: Update Hasil Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke 16 Besar, Adnan/Indah Terhenti
Format Thomas & Uber Cup 2026
Thomas dan Uber Cup 2026 dimulai dengan pertandingan fase grup.
Setiap tim dari masing-masing grup akan melawan satu sama lain. Yang artinya akan melakoni tiga pertandingan di fase grup.
Tim yang meraih kemenangan berhak mendapat ganjaran 1 poin, sedangkan yang kalah mendapat 0 poin.
Untuk kemenangannya sendiri, ditentukan dari hasil lima partai dalam satu pertandingan. Terdiri dari 3 partai tunggal dan 2 partai ganda.
Misalnya duel Indonesia vs Prancis yang akan tersaji di fase Grup D Thomas Cup 2026.
Apabila Indonesia langsung memenangkan 3 partai, maka sudah dipastikan mendapat 1 poin. Hanya saja memang, pertandingan baru akan selesai jika telah merampungkan lima partai.
Jika skenario tersebut terjadi, Indonesia akan mendapat 1 poin, sedangkan Prancis 0 poin.
Baca juga: Lee Chong Wei Tak Panik Sikapi Hasil Minor Tunggal Putra Malaysia Jelang Thomas Cup 2026
Namun, jumlah poin bukan menjadi faktor mutlak untuk menentukan posisi di papan klasemen.
Baca tanpa iklan