News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Thomas dan Uber Cup

Pola Unik Daftar Juara Uber Cup: Sinyal Medali Indonesia dan Gelar untuk Korea Selatan

Penulis: Niken Thalia
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Panggung Uber Cup 2026 menyajikan catatan sejarah dengan torehan statistik unik khususnya bagi delegasi Indonesia dan Korea.

Jika ditarik benang merah ke belakang, situasi yang dialami skuad Garuda saat ini memiliki kemiripan yang dengan siklus turnamen periode 2008-2010 silam.

Indonesia menatap Uber Cup 2026 dengan status mentereng sebagai finalis edisi 2024

Masih segar dalam ingatan bagaimana pasukan yang kala itu dipimpin Gregoria Mariska tampil menggila di Chengdu, China.

lihat foto UBER CUP - Gregoria Mariska Tunjung dari Indonesia usai melawan pebulu tangkis Thailand Ratchanok Intanon pada pertandingan perempat final tunggal putri mereka di turnamen bulu tangkis Piala Thomas dan Uber di Chengdu, di provinsi Sichuan barat daya Tiongkok pada 3 Mei 2024. (Foto Arsip Mei 2024). (Photo by WANG Zhao / AFP)

Momen paling ikonik tentu saja saat Srikandi Merah-Putih berhasil menjungkirbalikkan prediksi dengan menumbangkan sang juara bertahan, Korea Selatan.

Dalam laga semifinal yang dramatis tersebut, Indonesia menang tipis 3-2 sekaligus menjegal ambisi Korea yang tengah mengincar gelar juara berturut-turut (back-to-back).

Meski akhirnya harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari China di partai puncak, keberhasilan mencapai final tersebut mengakhiri puasa panjang selama 16 tahun.

Status finalis 2024 inilah yang kini menjadi landasan pacu bagi skuad muda Indonesia di edisi 2026.

Pola Statistik: Mengulang Memori 2008 dan 2010

Jika kita menilik daftar juara dan urutan klasemen akhir Uber Cup dari masa ke masa, terselip sebuah pola rujukan yang sangat relevan.

Mundur ke tahun 2008. Saat itu, Indonesia yang diperkuat Maria Kristin cs berhasil melaju ke babak final dan berakhir sebagai peraih medali perak setelah takluk dari China.

Kondisi ini persis dengan pencapaian Indonesia pada 2024 lalu.

Baca juga: Gelora Debutan Skuad Indonesia: Nyali Tanpa Beban Dhinda dan Thalita di Uber Cup 2026

Menariknya, pada edisi berikutnya yakni Uber Cup 2010 di Kuala Lumpur, terjadi sebuah pergeseran posisi yang sistematis.

Indonesia gagal mengulang capaian final 2008 karena langkahnya terhenti di babak semifinal oleh lawan yang sama, yakni China.

Kegagalan ke final tersebut membuat Indonesia harus puas mengamankan medali perunggu.

Lalu, apa hubungannya dengan edisi 2026?

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini