Even Women’s 10K 2026 Jadi Ajang Uji Performa Perempuan Pelari di Nomor 5K dan 10K
TRIBUNNEWS.COM - Ajang lari jalan raya khusus perempuan bertajuk AIA Vitality Women’s 10K 2026, kembali digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (26/4/2026), dengan menghadirkan dua nomor lomba, yakni 5K dan 10K.
Sebanyak sekitar 4.000 pelari ambil bagian dalam event ini, menjadikannya salah satu partisipasi terbesar untuk kategori lari perempuan di Indonesia tahun ini.
Baca juga: Triyaningsih Tidak Pasang Target di Jakarta International 10 K
Secara kompetitif, kategori 10K menjadi nomor utama yang menguji daya tahan, pacing, serta konsistensi pelari dalam menjaga ritme hingga garis finis.
Sementara kategori 5K berfungsi sebagai entry level race yang memberi ruang bagi pelari pemula untuk merasakan atmosfer lomba sekaligus membangun fondasi performa.
Co-founder Women’s 10K, Laila Munaf, menekankan bahwa event ini tidak hanya berorientasi pada partisipasi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas performa individu dalam lingkungan yang suportif.
Menurutnya, ekosistem lari yang sehat memungkinkan atlet rekreasional berkembang secara bertahap, baik dari sisi fisik maupun mental.
“Lari bukan sekadar aktivitas kebugaran, tetapi juga proses membangun konsistensi, disiplin, dan kepercayaan diri. Di Women’s 10K, setiap pelari punya ruang untuk berkembang sesuai levelnya,” ujar Laila.
Dari sisi pengembangan olahraga, kehadiran event ini memperlihatkan tren positif meningkatnya minat perempuan terhadap olahraga lari, khususnya di kategori road race.
Selain itu, format event yang inklusif turut memperluas basis partisipasi, dari pelari pemula hingga komunitas lari yang lebih berpengalaman.
AIA sebagai penyelenggara juga melihat event ini sebagai bagian dari penguatan gaya hidup aktif berbasis olahraga.
Head of Corporate Communication AIA, Lia Merdekawaty, menyebut bahwa Women’s 10K menjadi platform untuk mendorong konsistensi aktivitas fisik yang terukur dan berkelanjutan.
Pada edisi 2026, pasangan Dipha Barus dan Vanessa Budihardja-Barus hadir sebagai muse, sekaligus representasi gaya hidup aktif berbasis komunitas.
Kehadiran figur publik ini turut memperkuat daya tarik event sekaligus memperluas eksposur olahraga lari di kalangan masyarakat.
Seiring pertumbuhan jumlah peserta sejak pertama kali digelar pada 2020, Women’s 10K kini berkembang menjadi salah satu event lari tematik yang konsisten menghadirkan kombinasi antara aspek kompetisi, komunitas, dan gaya hidup sehat dalam satu platform.
Baca tanpa iklan