Ringkasan Berita:
- Pasangan ganda putra muda nasional melewati dua turnamen Asia demi menjaga kebugaran fisik.
- Tim pelatih merancang peta jalan khusus guna mengincar hasil maksimal pada kejuaraan papan atas.
- Target tinggi dari sektor kepelatihan direspons secara realistis melalui pendekatan fokus setiap babak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, memilih melewatkan sejumlah turnamen di Asia Tenggara demi mematangkan persiapan menjelang dua ajang besar. Langkah ini diambil sesuai dengan strategi peta jalan (roadmap) bertanding yang telah dirancang oleh tim pelatih.
Keduanya dipastikan absen pada ajang Thailand Masters dan Malaysia Masters 2026. Fokus utama mereka kini dialihkan secara penuh untuk menghadapi turnamen berkategori elite, termasuk Singapore Open dan Indonesia Open 2026.
Raymond menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak merapat ke Thailand dan Malaysia merupakan bagian dari manajemen performa guna menyasar target yang lebih tinggi.
"Memang jadwal tandingnya di 750 (Super 750) sama Australia sih. Sudah dibikin jadwalnya begitu," ujar Raymond saat ditemui di gedung pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2026).
Genjot Intensitas Latihan Jelang Turnamen Elite
Walaupun Indonesia Open menjadi salah satu panggung prestisius yang paling dinantikan di rumah sendiri, pasangan muda ini menegaskan tidak ingin terjebak pada pengondisian satu turnamen saja. Raymond dan Joaquin berkomitmen untuk mencapai puncak performa (peak performance) di seluruh rangkaian turnamen yang mereka ikuti.
"Semuanya lah. Peak-nya semuanya dong," kata Raymond dan Joaquin kompak.
Untuk menunjang target tersebut, atlet kelahiran Bandung berusia 22 tahun itu menambahkan bahwa porsi latihan fisik dan teknik terus ditingkatkan secara bertahap sejak awal tahun.
"Kan persiapannya dari awal. Persiapannya ya latihan sudah maksimal aja, semaksimal mungkin, sebisa mungkin nambah," tutur Raymond mengenai persiapan intensif di Pelatnas Cipayung.
Baca juga: Raymond–Joaquin Ungkap Momen Tersulit Debut Thomas Cup 2026: Tak Sesuai Ekspektasi, Sulit Move On
Respons Realistis Terhadap Target Juara di Istora
Sebelumnya, jajaran pelatih sektor ganda putra Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sempat mengutarakan target tinggi bagi para pemain pelapis, yakni membawa pulang gelar juara di hadapan publik sendiri.
Merespons ekspektasi tersebut, Joaquin memilih bersikap realistis. Ia menilai persaingan di level Super 1000 akan sangat padat karena diikuti oleh seluruh pasangan terbaik dari berbagai belahan dunia.
"Kalau dibilang pede (percaya diri), ya kita step by step (tahap demi tahap) aja. Apalagi di Indonesia Open semua ganda putra main, rame kan," jelas Joaquin.
Kendati enggan membebani diri dengan ekspektasi yang berlebihan, Joaquin tetap berharap kehadiran para pendukung di Istora Senayan dapat menjadi momentum tambahan energi saat bertanding di lapangan nanti.
"Jadi, mohon datang ke Istora, dukung kita langsung," pungkas Joaquin.
Baca juga: Koh Anton Targetkan Ganda Putra Indonesia Juara di Indonesia Open 2026
Berdasarkan kalender resmi BWF, turnamen Singapore Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26–31 Mei 2026. Sementara itu, turnamen Indonesia Open 2026 akan bergulir di Istora Senayan, Jakarta, pada 2–7 Juni 2026.
Kebijakan tim pelatih untuk mengistirahatkan Raymond/Joaquin di turnamen pembuka menjadi ujian strategi yang menarik demi melihat sejauh mana kemandirian pasangan muda ini berbicara di level dunia.
Baca tanpa iklan