TRIBUNNEWS.COM - Upaya Tim Uber Indonesia untuk mengulang memori manis menembus partai puncak seperti tahun 2024 menemui jalan terjal.
Srikandi Merah Putih dijadwalkan melakoni laga di semifinal Uber Cup 2026 melawan Korea Selatan, pada Sabtu (2/5/2026) besok.
Di atas kertas, laga ini diprediksi menjadi misi yang jauh lebih sulit dibandingkan pertemuan kedua tim pada edisi sebelumnya.
Faktor pembeda utama yang menjadi sorotan adalah kembalinya sang "Bocah Ajaib", An Se-young.
Kehadiran peringkat satu dunia tersebut menjadi tantangan psikologis bagi tunggal putri Indonesia.
Jika menilik ke belakang pada Uber Cup 2024, Indonesia memang berhasil menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan Korea Selatan di babak semifinal dengan skor tipis 3-2.
Kala itu, keberhasilan Indonesia melaju ke final dianggap sebagai pencapaian di luar prediksi, mengingat komposisi pemain Korea Selatan yang sangat solid di semua lini.
Namun, harus diakui bahwa kemenangan tersebut didapat saat Indonesia seolah mendapatkan 'berkah'.
Korea Selatan saat itu tidak diperkuat oleh An Se-young yang terpaksa menepi akibat cedera.
Tanpa sang ujung tombak, kekuatan sektor tunggal mereka pincang, yang kemudian dimanfaatkan dengan sempurna oleh skuad Garuda.
Baca juga: Semifinal Uber Cup 2026 Penuh Aroma Dendam, Kembalinya An Se-young Ancam Indonesia
Strategi Indonesia saat itu menyapu bersih poin dari sektor tunggal. Gregoria Mariska Tunjung, Ester Nurumi Tri Wardoyo, dan Komang Ayu Cahya Dewi tampil apik dengan mengamankan poin.
Di sisi lain, sektor ganda Indonesia harus mengakui keunggulan pasangan Korea yang memang memiliki peringkat dan statistik bermain yang lebih superior.
Siasat menumpu pada sektor tunggal itulah yang akhirnya membawa Indonesia mencicipi partai final setelah penantian panjang.
An Se-young: Versi yang Lebih Menakutkan
Kondisi tahun 2026 ini sangat berbeda. An Se-young datang ke Chengdu dengan kondisi fisik prima. Performanya pun sedang berada di puncak karier.
Tugas berat dipastikan jatuh ke pundak Putri Kusuma Wardani alias Putri KW yang diproyeksikan sebagai tunggal pertama.
Baca tanpa iklan