Secara rekor pertemuan, Putri KW memiliki catatan yang kurang impresif melawan An Se-young.
Dari 10 pertemuan sejak level junior pada 2016 hingga turnamen besar di India Open dan All England 2026, Putri KW belum pernah sekalipun mencicipi kemenangan.
Dominasi An Se-young yang belum terpecahkan ini menjadi ujian Putri KW untuk setidaknya memberikan perlawanan sengit guna menguras energi lawan.
Mengingat sulitnya mencuri poin dari An Se-young, jajaran pelatih Indonesia harus memutar otak untuk mencari celah di partai lain.
Jika ingin menang, Indonesia wajib mengamankan poin dari sektor ganda atau memastikan dominasi di tunggal kedua dan ketiga.
Di sektor tunggal, nama Ester Nurumi dan Thalita Wiryawan menjadi harapan besar.
Mereka diharapkan mampu meredam perlawanan tunggal kedua dan ketiga Korea Selatan yang secara peringkat masih berada di bawah An Se-young.
Konsistensi Ester dalam turnamen beregu diharapkan kembali muncul sebagaimana performa impresifnya di edisi sebelumnya.
Sementara itu, sektor ganda harus mampu memberikan kejutan.
Pasangan Amallia Pratiwi/Siti Fadia Silva memang menjadi opsi utama, namun faktor stabilitas permainan mereka belakangan ini kerap goyah.
Sebagai alternatif, duet Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari bisa menjadi pilihan yang lebih segar untuk mendobrak pertahanan ganda Korea yang terkenal rapat.
Selain itu, Indonesia masih memiliki pasangan muda Rachel Allessya/Febi Setianingrum yang dikenal memiliki daya ledak mengesankan.
Tidak menutup kemungkinan pula tim pelatih menurunkan pasangan gado-gado atau kombinasi baru untuk memecah pola permainan ganda Korea yang sangat terorganisir.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan