TRIBUNNEWS.COM - Selama berdekade-dekade Benua Biru selalu mengandalkan kedigdayaan Denmark khususnya di turnamen major seperti Thomas Cup.
Tahun 2026 ini, Prancis dengan determinasi tinggi sukses membuktikan sebagai jagoan baru Eropa.
Keberhasilan Christo Popov dan kolega menembus partai final Thomas Cup 2026 di Horsens, Denmark, perjalanan tim 'Ayam Jantan' ini menarik diapresiasi.
Momentum manis ini sebenarnya bukan merupakan sebuah kebetulan. Keberhasilan mereka menjuarai Kejuaraan Beregu Eropa awal tahun 2026 menjadi pelecut utama bagi skuad Federasi Bulu Tangkis Prancis (FFBaD).
Dipimpin oleh duet maut Popov Bersaudara, raihan final Thomas Cup 2026 menjadi bukti valid bahwa Prancis bukan lagi tim semenjana.
Perjalanan Prancis menuju partai final bak sebuah dongeng yang indah.
Bergabung di Grup D yang dianggap sebagai "grup neraka" bersama Indonesia, Thailand, dan Aljazair, Christo Popov dan kolega harus melewati ujian berat.
Pada awalnya, langkah mereka sempat diragukan setelah kesulitan berbicara banyak saat berhadapan dengan Thailand.
Skenario mustahil pun mulai membayangi peluang mereka untuk melaju ke babak perempat final.
Namun, titik balik terjadi saat mereka bertemu dengan Indonesia di laga penentuan fase grup.
Baca juga: Semifinal Thomas Cup 2026 Diwarnai Nasib Kembar Taiwan dan Malaysia dengan Indonesia
Tim Merah Putih, yang secara historis merupakan pengoleksi 14 gelar Thomas Cup, sebenarnya hanya membutuhkan dua kemenangan.
Namun, di luar dugaan, skuad Prancis justru tampil epic dan membantai Fajar Alfian cs dengan skor telak 4-1.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiket lolos, melainkan suntikan motivasi yang mengubah mentalitas pemain Prancis.
Rasa lapar akan kemenangan itu terus terbawa ke babak perempat final saat mereka bersua dengan Jepang.
Tim Matahari Terbit, juara edisi 2014 dibuat tidak berdaya. Prancis menyapu bersih kemenangan tiga partai langsung.
Baca tanpa iklan