News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

4 Serba-Serbi Polytron Indonesia Open 2026: Dari Absennya Ginting Hingga Kutukan Istora

Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GAGAL KE FINAL - Pasangan pebulutangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan pasangan ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Open 2025 di Jakarta, Sabtu (7/6/2025). 4 serba-serbi Indonesia Open 2026. Tribunnews/Jeprima

Keputusan ini memicu kembali ingatan publik pada janji manis beberapa tahun lalu terkait rencana pemindahan lokasi pertandingan.

Sebelumnya, sempat tersiar kabar bahwa turnamen elite berlevel Super 1000 ini akan dipindahkan ke Indonesia Arena mulai edisi 2024.

Pergantian tempat tersebut dinilai sebagai langkah maju untuk memberikan fasilitas yang lebih modern dan kapasitas yang lebih besar.

Namun, karena kendala teknis serta kurangnya kesiapan sarana dan prasarana penunjang, rencana tersebut gagal terealisasi.

Kegagalan perpindahan ini sangat disayangkan.

Secara kapasitas, Indonesia Arena dinilai sangat layak untuk diperjuangkan demi menyamai standar turnamen Super 1000 lainnya di kancah internasional.

Sebagai perbandingan, turnamen sekelas All England dan Malaysia Open mampu menyediakan kapasitas stadion yang menampung lebih dari 10.000 penonton, bahkan mencapai 15.000 kursi.

Sementara itu, Istora Senayan hanya mampu menampung sekitar 7.000 penonton untuk gelaran Polytron Indonesia Open 2026.

Sangat disayangkan, rencana perpindahan pada 2024 lalu seolah menguap begitu saja.

Hingga edisi 2026 ini bergulir, tidak ada lagi upaya untuk memindahkan turnamen ini ke lokasi yang lebih representatif.

(Tribunnews.com/Niken)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini