TRIBUNNEWS.COM - Perhelatan Macau Open 2026 saat ini menjadi perhatian pecinta bulu tangkis dunia.
Turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut digelar di Macau East Asian Games Dome pada 16-21 Juni pekan ini.
Di tengah berlangsungnya turnamen tersebut, terdapat hal menarik yang tidak bisa lepas dari sejarah Macau Open.
Hal menarik itu berkaitan dengan legenda ganda campuran Indonesia, yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir alias Owi/Butet.
Macau Open terasa sangat spesial bagi mereka.
Pasalnya, Owi/Butet mencatatkan debut sebagai pasangan di Macau Open 2010.
Berstatus pasangan baru, saat itu Owi/Butet langsung keluar sebagai juara Macau Open 2010 setelah mengalahkan rekan senegaranya sendiri, Hendra Gunawan/Vita Marissa, dengan skor 21-14, 21-18.
Baca juga: Update Hasil Macau Open 2026: Bagas Shujiwo Jadi Mimpi Buruk Lee Zii Jia, Tunggal Putra Menyala
Sejak debut di Macau Open 2010, Owi/Butet berkembang menjadi salah satu duet paling sukses dalam sejarah bulu tangkis Indonesia.
Sepanjang kariernya, Owi/Butet berhasil mengoleksi 16 gelar bergengsi, termasuk Indonesia Open hingga All England.
Pencapaian paling bergengsi Owi/Butet adalah medali emas Olimpiade Rio 2016. Saat itu mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dengan skor 21-14, 21-12.
Hingga pada akhirnya, duet Owi/Butet resmi berakhir di Indonesia Open 2018.
Butet resmi pensiun pada Januari 2019, kemudian disusul Owi pada Mei 2020.
Baca juga: Ranking Resmi BWF: Alwi Farhan Panen Prestasi di Top 10 Dunia dan Pemuncak World Tour Ranking 2026
Kiprah Wakil Indonesia di Macau Open
Lebih lanjut, Macau Open pertama kali dihelat pada 2006.
Dalam periode tersebut, skuad Merah Putih telah mengoleksi tujuh gelar juara.
Gelar pertama Indonesia hadir lewat legenda tunggal putra, yakni Taufik Hidayat yang merupakan kampiun Macau Open 2008.
Baca tanpa iklan