Laporan Reporter Tribun Jogja, Putut Ami Luhur
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Teknik PSIM Yogyakarta, Dwi Irianto menyatakan besarnya dana yang harus dikeluarkan oleh tim ISL mencapai Rp 8 miliar sampai Rp 12 miliar. Jumlah sebesar itu, memang tidak mudah dicari tapi akan diusahakan jika memang benar-benar PSIM berkesempatan diverifikasi oleh PT LI.
"Jumlah dana yang harus dikeluarkan, sama dengan yang dihabiskan oleh tim-tim divisi utama promosi ke ISL," kata pria yang kerap disapa Mbah Putih, Senin (1/10/2012).
Mengenai komposisi pemain, ia melihat masih banyak punggawa Mataram yang layak dipetahankan dan memiliki kualitas sama dengan pemain tim ISL lainnya. Ditambah, motivasi yang luar biasa dipertontonkan para pemain ketika berlaga di babak delapan besar sampai play off.
"Pemain yang dipertahankan, memiliki kualitas sama dengan pemain tim-tim siap berlaga di ISL dan kami mungkin hanya akan melakukan penambahan satu sampai empat pemain," ucapnya.
Lainnya akan diisi dengan pemain asing maupun lokal yang mempunyai kualitas di atas rata-rata dan sisanya akan diambilkan dari pemain muda asal Yogyakarta. Menurutnya, pemain hasil binaan daerah memang belum pernah mencicipi kompetisi sekelas ISL dan masih perlu jam terbang yang tinggi serta mengasah ketajaman.
Baca tanpa iklan