TRIBUNNEWS.COM – Pelatih Persita Tangerang, Simon Pablo Elissetche Correa, tekad membawa klubnya tetap bertahan di kompetisi Indonesia Super league (LSI).
Menurut Pablo, jika melihat potensi para pemain muda serta dukungan suporter fanatik Persita, bukan tidak mungkin klub berjuluk Pendekar Cisadane akan tetap berpartisipasi di kompetisi ISL musim depan, yang akan diikuti 22 klub.
“Saya melihat banyak talenta muda di tim. Saya yakin apabila mereka bekerja keras, kami bisa mendapatkan prestasi jauh lebih bagus. Mudah-mudahan bisa bertahan di ISL,” ujar pelatih yang menggantikan posisi Elly Idris itu saat dihubungi, Rabu (3/7/2013).
Di kompetisi musim ini, Persita mengandalkan sejumlah pemain muda. Mereka diantaranya, Sirvi Arvani, Dominggus Fakdawer, Rishadi Fauzi, dan Reky Rahayu. Para talenta muda itu dipadukan dengan pemain senior seperti Leo Saputra dan Christian Carrascao.
Nama mereka memang tak semengkilap para pemain timnas Indonesia seperti, Sergio van Djik, Ahmad Bustomi, Zulkifli Syukur ataupun Kurnia Meiga. Namun melihat dari usianya para pemain Persita Tangerang memiliki kisaran usia 25 tahun.
Sayang potensi Persita Tangerang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal pada tahun ini. Pihak kepolisian Kota Tangerang tidak memberikan izin kepada manajemen Persita menggunakan Stadion Benteng. Alhasil Persita pun terpaksa menggelar laga kandang di Stadion Mashud Wisnusaputra, Kuningan, Jawa Barat.
Simon Pablo Elissetche Correa mengaku, dia belum bisa menikmati atmosfer dan suasana waktu main di kandang dengan dukungan suporter fanatik. “Persita tim besar di Indonesia. Tim besar bukan cuma uang, tapi paling penting suporter. Persita punya suporter luar biasa, seperti La Viola, Cisadane Warriors, dll,” tutur pelatih asal Chili.
Persita kini berada di peringkat ke-14 klasemen sementara, mengumpulkan poin 27 hasil dari 27 pertandingan. Persita hanya unggul satu poin dari Pelita Bandung Raya yang berada di zona play off degradasi.
Baca tanpa iklan