News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Indonesia

Mengenal Hipoksia, Menurut Medis Penyebab Choirul Huda Meninggal

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda saat melawan Arema FC dala Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (16/9/2017). Kapten Persela Lamongan tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada pertandingan melawan Semen Padang pada hari ini Sabtu (15/10/2017), akibat cedera kepala setelah berbenturan dengan pemain Semen Padang. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ani Susanti

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kiper legenda Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dan sontak mengejutkan para penggemar sepak bola tanah air.

Choirul Huda meninggal di rumah sakit setelah mendapat penanganan intensif tim medis tapi takdir berkehendak lain. Ia meninggal pada Minggu (15/10/2017).

Sebelum dibawa ke rumah sakit Choirul Huda tak sengaja berbenturan dengan rekan satu timnya, Ramon Rodriguez, yang mengawal pergerakan pemain Semen Padang FC, Marcel Sacramento.

Usai berbenturan putra asli Lamongan itu sempat merintih kesakitan dan memegang dadanya. Sebentar kemudian ia tak sadarkan diri lalu terbaring di lapangan. 

Baca: Bupati Lamongan: Kita Belajar Loyalitas dari Choirul Huda

Baca: Cerita Penyerang Semen Padang Detik-detik Choirul Huda Alami Benturan

Baca: Statistik Kiper Persela Choirul Huda dalam Angka:Mengagumkan

Pihak RSUD Soegiri, dr Zaki Mubarok, menjelaskan Huda meninggal akibat benturan disinyalir mengenai kepala dan leher.

"Saat dibawa ke RSUD dr Soegir Lamongan, dia masih bernapas," ucap dr Zaki seperti dilansir BolaSport.com.

Choirul Huda mengalami hipoksia. Apa itu hipoksia sampai menyebabkan kiper nomor punggung 1 tersebut harus meregang nyawa? Berikut rangkuman menyoal hipoksia yang dirangkum Tribun Jatim.

1. Apa itu hipoksia?

Dilansir dari laman AloDokter.com, hipoksia adalah suatu kondisi ketika kadar oksigen dalam darah lebih rendah dari tingkat normal.

Hipoksia bisa merupakan kondisi lanjutan dari hipoksemia, yaitu rendahnya pasokan oksigen pada pembuluh darah bersih (pembuluh arteri).

Hipoksia merupakan kondisi berbahaya. Karena otak, hati, dan organ lainnya, bisa rusak secara cepat ketika tidak mendapat oksigen yang cukup.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini