News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Indonesia

Mengenal Hipoksia, Menurut Medis Penyebab Choirul Huda Meninggal

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda saat melawan Arema FC dala Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (16/9/2017). Kapten Persela Lamongan tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada pertandingan melawan Semen Padang pada hari ini Sabtu (15/10/2017), akibat cedera kepala setelah berbenturan dengan pemain Semen Padang. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO

2. Penyebab hipoksia

Selain berada di ruang atau situasi di mana oksigen tak mencukupi kebutuhan tubuh, terdapat pula sejumlah kondisi yang menjadi pemicu timbulnya hipoksia.

Di antaranya keracunan gas atau zat kimia, rendahnya kadar oksigen, dan gangguan jantung berupa detak melambat cukup parah, dan kontraksi bilik jantung terlalu cepat dan tidak teratur.

Lalu ada, gangguan paru-paru, contohnya penyakit paru obstruktif kronik, bronkitis, emfisema, kanker paru-paru, pneumonia, asma, edema pulmonari, dan sleep apnea.

Kemudian berhenti atau berkurangnya aliran darah menuju organ tertentu, obat-obatan apa pun yang mengganggu atau menghentikan napas, serta anemia, atau kondisi yang merusak sel darah merah.

3. Gejala hipoksia

Gejala hipoksia bisa mendadak muncul, cepat memburuk, atau bersifat kronis.

Beberapa gejala hipoksia yang umum terjadi di antaranya: nafas pendek, berkeringat, kulit berubah warna menjadi biru atau keunguan, sesak napas, halusinasi, batuk, dan merasa kelelahan, serta detak jantung berubah cepat.

Dilansir dari Nova.grid.ID, selain gejala tadi, seseorang juga disarankan memeriksakan diri segera ke dokter jika memiliki keluhan.

Di antaranya sesak napas setelah sedikit beraktivitas atau justru saat beristirahat, dan saat olahraga atau aktivitas fisik yang membuat sesak napas lebih buruk.

Juga apabila mengalami gangguan tidur karena sesak napas saat tidur, ini bisa menjadi gejala dari sleep apnea, dan kesulitan napas yang mempengaruhi kemampuan beraktivitas.

Selain itu juga jika sesak napas parah dengan batuk, denyut jantung yang cepat, dan retensi cairan saat seseorang berada di ketinggian.

4. Pengobatan

Saat terserang hipoksia, segera cari pertolongan guna mendapatkan oksigen, dan jalani perawatan intensif di rumah sakit untuk menjaga tingkat oksigen dalam darah.

Kadar oksigen dalam darah diketahui lewat pemeriksaan melalui oksimeter pulsa (perangkat medis yang diklip ke jari), atau mengukur langsung pada sampel darah yang diambil dari arteri.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini