3. Formasi Berbeda
Persebaya tampil dengan formasi tidak seperti biasanya saat kalah 1-0 dari Bhayangkara FC, laga kedua grub A Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (12/2/2020) sore.
Pada laga ini, Persebaya menampilkan dua striker secara bersamaan, David da Silva dan Patrich Wanggai, sekaligus mengalami ubahan dari formasi biasanya.
Sementara di disisi gelandang, ia memainkan empat pemain sekaligus, M Hidayat, Alwi Slamat, Aryn Williams, dan Makan Konate.
Disampaikan pelatih Persebaya, Aji Santoso, ubahan formasi yang dilakukan karena didesak keadaan karena sejumlah pemainnya sakit.
“Memang tadi komposisi agak sedikit darurat. Tiba-tiba si Irfan (Jaya) kondisinya sakit, Ricky Kambuaya juga sakit,” terang Aji Santoso usai laga.
“Sebenarnya saya mau tetap pakai formasi 4-2-3-1, tapi dalam kondisi darurat, yasudah saya coba gunakan dua striker sekalian Patrick dan David,” tambah pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.
Padahal, tambah Aji, Irfan Jaya termasuk pemain yang sengaja ia simpan, sudah tidak dimainkan laga sebelumnya saat hadapi Persik Kediri (10/2/2020).
Meskipun, pada laga ini Irfan Jaya akhirnya dimainkan, masuk menit 75 menggantikan M Hidayat.
“Makanya tidak saya turunkan sejak awal, seharunya Irfan itu saya simpen lawan Kediri saya siapkan lawan Bhayangkara, tapi dia sakit,” terang pelatih 49 tahun itu.
Enggan menyalahkan keadaan, pelajaran yang didapat Aji pada laga ini adalah harus terus berlatih agar bisa gunakan dua striker dengan baik.
“Pelajarannya, kalau kami menggunakan dua striker, perlu terus dilatih lagi,” pungkas Aji Santoso.
4. Makan Konate Gagal?
Pelatih Persebaya Aji Santoso enggan menyebut gagalnya eksekusi penalti Makan Konate sebagai biang kekalahan Persebaya 1-0 dari Bhayangkara FC.
Mimpin Persebaya untuk kembali mengandaskan Bhayangkara FC gagal setelah Green Force dipencundangi gol tunggal Dendy Sulistyawa pada laga kedua grub A Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (12/2/2020) sore.
Semenit sebelumnya, gelandang Bajul Ijo Makan Konate gagal mengeksekusi penalti karena bolanya melambung di atas gawang Bhayangkara FC.
Aji tidak menampik bahwa setelah gagalnya eksekusi penalti tersebut memang ada sedikit pengaruh terhadap mental bertanding pemainnya.
“Pasti sedikit ada (pengaruh mental), tapi bukan alasan gagal penalti menjadikan kami kemasukan karena mental pemain menurun,” terang Aji Santoso usai laga.
Sebaliknya, secara permainan pelatih asal Kaupaten Malang itu menegaskan bahwa penggawa Bajul Ijo bermain dengan sangat baik sepanjang laga.
Faktor keberuntungan yang ditengarai Aji tidak berpihak pada skuatnya, karena sepanjang laga mendapat banyak peluang.
“Anak-anak main bagus sekali, kami banyak mendapat peluang, hanya tidak ada gol saja. Kami kurang beruntung,” pungkas Aji Santoso.
Atas kekalahan ini, peluang Persebaya melaju ke babak semifinal makin menipis, apalagi di laga terakhir Bajul Ijo harus menghadapi tim kuat lain, Madura United (14/2/2020).
5. Update Perolehan Poin
Klasemen grup A Piala Gubernur Jatim 2020 :
1. Bhayangkara FC 4 (poin)
2. Persebaya Surabaya 3 (poin)
3. Madura United 1 (poin)
4. Persik Kediri 0 (poin)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Rahasia Bhayangkara FC Kalahkan Persebaya, Pelatih Timnas Shin Tae Yong Ungkap Kelemahan Pemain, https://surabaya.tribunnews.com/2020/02/13/rahasia-bhayangkara-fc-kalahkan-persebaya-pelatih-timnas-shin-tae-yong-ungkap-kelemahan-pemain?page=all.