Menjadi tim besar baru di kompetisi domestik di Norwegia, memang tak membuat mental mereka kendor saat bermain di kompetisi kontinental.
Adalah Mannsverk, seorang mantan pilot perang Norwegia yang ditunjuk menjadi pelatih mental Superlaget.
Ia bekerja untuk Bodo/Glimt sejak tahun 2017, tugasnya adalah membentuk mental para pemain lewat pengalaman militernya.
Jadi tak heran mengapa para punggawa Bodo/Glimt mampu menunjukkan mental juara di setiap kompetisi yang mereka jalani.
Menjadi tim promosi di Liga Norwegia tak membuat penampilan mereka kendor, justru mampu menjadi juara di musim selanjutnya.
Bahkan, mereka mampu meneruskan trend positif dengan berada di puncak klasemen Liga Norwegia musim ini dan menjadi calon terkuat untuk membawa pulang trofi kedua kalinya secara beruntun.
Menjadi tim debutan di Europa Conference League juga tak membuat mereka berkeringat dingin.
Justru sebaliknya, Bodo/Glimt mampu membantai tim sekelas AS Roma dengan skor 6-1, mereka juga berada di puncak klasemen Grup C dengan torehan 7 poin.
Penampilan legit mereka di Europa Conference League serta keberhasilannya menghancurkan skuat Jose Mourinho bukanlah kebetulan semata.
Skuat asuhan Kjetil Knutsen memang memiliki kualitas, Bodo/Glimt adalah klub raksasa baru di Norwegia yang terbentuk dari chemistry kuat antar pemain dan pelatih, serta mental baja yang digodok oleh seorang mantan pilot perang.
Jose Mourinho dengan misi balas dendamnya menyambut Bodo/Glimt di Stadion Olimpico jelas tak membuat SuperLaget gentar, mental mereka sudah teruji.
Pasukan Knutsen datang ke Roma dengan kepala tegak, notaben tim raksasa Norwegia, pemuncak Grup C, dan sang pembantai Giallarossi melekat pada Bodo/Glimt.
(Tribunnews.com/Deivor)