"Macquarie memilih Jerman pada tahun 2014 tetapi keliru dengan Spanyol pada tahun 2018."
"Nomura tampaknya masuk dalam bisnis prediksi pada tahun 2018, memilih Prancis."
"Goldman Sachs, UBS dan ING masing-masing melebar dari sasaran dua turnamen terakhir."
Meski demikian, Joachim Klement mengakui prediksinya ini adalah probabilitas.
Jadi, apabila ada tim yang memiliki peluang atau kemungkinan lolosnya kecil, tidak berarti itu akan terjadi.
PREDIKSI JOACHIM KLEMENT UNTUK BABAK PENYISIHAN GRUP
Joachim Klement menilai Qatar akan berada di dasar klasemen akhir Grup A meski berstatus sebagai tuan rumah, bahkan ia memberikan persentase peluang 0%.
Belanda dan Senegal menjadi dua tim teratas yang lebih diunggulkan dalam Grup A.
Berbanding terbalik dengan Grup A, Joachim Klement menilai Grup B memiliki persaingan yang sangat ketat.
Inggris adalah favorit yang jelas untuk menjadi jawara Grup B, tapi untuk posisi runner-up akan menjadi persaingan seru antara Amerika Serikat, Wales dan Iran.
Di Grup C, Argentina adalah tim yang difavoritkan menjadi pemuncak klasemen, disusul Meksiko untuk posisi runner-up.
Joachim Klement menilai Polandia punya peluang, tapi berdasarkan performanya di Euro 2020, mereka masih mengandalkan pada satu pemain (Robert Lewandowski).
Grup D kemungkinan didominasi oleh dua tim Eropa, juara bertahan Prancis dan Denmark akan menempati dua posisi teratas.
Sama seperti Grup D, dua tim raksasa Eropa di Grup E (Spanyol dan Jerman) diprediksi lebih unggul.