Menurut data Opta, Onana merupakan penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak di Champions League ini (39) dan dengan rata-rata jumlah penyelamatan tembakan terbanyak (84,8 persen).
Ketangguhan Onana di bawah mistar gawang akan menjadi ujian besar bagi para penyerang Benfica.
Striker Benfica, Goncalo Ramos merasakan sendiri bagaimana peluangnya yang sudah di depan mata menguap seketika lantaran tendanganya masih bisa ditepis Onana di menit-menit akhir pertandingan.
Striker Portugal berusia 21 tahun, yang disebut-sebut pengganti Cristiano Ronaldo di timnas ini,
pastinya penasaran untuk menuntaskan peluangnya di leg kedua ini. Nama besarnya sebagai properti terpanas musim ini juga dipertaruhkan jika dia gagal jadi pahlawan untuk timnya di San Siro.
Masalahnya, performa Benfica sekarang sedang menukik tajam. Setelah mengemas delapan kemenangan beruntun,
skuat asuhan Roger Schmidt ini tiba-tiba terjerambab dalam tiga kekalahan beruntun --yang jadi periode terburuk musim ini.
Ini dimulai dengan kekalahan dari FC Porto 1-2, diikuti 0-2 dari Inter Milan,
dan dari Chivas 1-0 pada laga terakhir. Jelas, ini bukan modal bagus bagi The Eagles yang dituntut mencetak tiga gol ke gawang Inter di kandangnya sendiri.
Ada catatan unik menyangkut gawang Inter di San Siro ini. Di Serie A, mereka kalah beruntun dalam tiga laga kandang dengan skor identik 0-1.
Tapi di Liga Champions, mereka menang dengan clean sheet dalam tiga laga kandang terakhir.
Versi Inter mana yang akan mengemuka dalam duel leg kedua di San Siro dini hari nanti? (Tribunnews/den)
Direct Points
- Inter menyambut Benfica bermodal kemenangan 0-2 di leg pertama
- Lolos jika skor akhir imbang 0-0, atau kalah 0-1
- Kiper Onana 6 kali clean sheet di UCL musim ini
Inter Milan(2) vs (0)Benfica
Percaya Onana