TRIBUNNEWS.COM - Tuas ekonomi yang digadang sebagai sumber penyelamat Barcelona dari jerat utang ternyata memiliki masalah pelik.
Barcelona kini tengah menghadapi masalah pembayaran penjualan aset yang dilakukan kepada pihak lain.
Saat ini, Barcelona sedang fokus menuntut uang dari perusahaan bernama Libero.
Libero dan Barcelona diketahui menjalin kesepakatan soal pembelian 10 persen kepemilikan Barca Visions.
Baca juga: Petinggi Sepak Bola Jerman Kritik Keras Ilkay Gundogan, Gelandang Barcelona Dianggap Main-main
Barca Visions sendiri adalah platform digital yang diciptakan Barcelona untuk mewadahi fans secara virtual.
Libero berhak mendapatkan 10 persen bagian dengan membayar uang senilai 40 juta Euro atau Rp 680 milyar kepada Barcelona.
Barca tentu sangat senang dengan kesepakatan itu.
Pasalnya mereka membutuhkan pemasukan besar demi menyeimbangkan neraca keuangan klub.
Namun uang yang disepakati itu nyatanya tak pernah dirasakan manfaatnya oleh Barcelona.
Dikutip dari Football Espana, pihak Libero tak kunjung melakukan pembayaran kepada El Barca.
Penantian panjang itu membuat Barcelona resah.
Klub yang dipimpin oleh Joan Laporta itu akhirnya menyeret Libero ke pengadilan.
Mereka menuntut Libero segera membayarkan uang yang sudah dijanjikan.
Barca disebut-sebut bakal memenangkan tuntutan ini.
Pasalnya sudah ada kesepakatan yang terjadi tetapi belum dipenuhi oleh Libero.
Baca tanpa iklan