Jika Frank beranggapan bahwa seorang pelatih membutuhkan waktu lebih untuk adaptasi dengan skema permainannya, itu tidak salah.
Namun, hampir setengah musim Liga Inggris berlalu dan 25 pertandingan yang telah dia pimpin, aneh rasanya jika timnya masih belum tahu bagaimana cara menyerang.
Lebih jauh lagi, saat kalah dari Nottingham kemarin banyak pemain Tottenham yang bermain di bawah performa terbaik.
Pemain dinilai tidak menikmati bermain di bawah asuhan Thomas Frank.
Saat ia menjadi pelatih Brenford pada musim-musim sebelumnya, ia mampu mengembangkan pemain dan memaksimalkan potensi tim melebihi kemampuan individu pemain yang mereka miliki.
Namun itu tidak terjadi saat di Tottenham secara keseluruhan. Para penyerang tampak kehilangan arah.
Apesnya lagi, Thomas Frank tidak memiliki kedalaman skuad yang memadai.
Bursa transfer musim dingin pada Januari mendatang seakan menjadi pedang bermata dua bagi Tottenham.
Dengan kondisi tim saat ini, mereka perlu mendapatkan amunisi tambahan, tetapi Thomas Frank belum mampu menunjukkan persaingan yang ada di dalam timnya dengan baik.
Kesempatan Tottenham untuk meraih gelar juara musim ini hanya satu, yakni Piala FA, dan jika kalah dari Aston Villa sirna sudah harapan itu.
Tottenham harus mengambil tindakan dengan mempertimbangkan Thomas Frank, apakah yakin memberikan waktu yang lebih panjang?
Ia dengan vokal menyerukan agar lebih bersabar dan yakin di masa depan Tottenham bisa tampil lebih baik.
Namun waktunya semakin menipis untuk membuktikan bahwa dirinya masih pantas berada di balik kemudi Tottenham.
(Tribunnews.com/Sina)
Baca tanpa iklan