TRIBUNNEWS.COM - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero buka suara pasca-insiden petasan atau flare yang terjadi dalam pertandingan Cremonese vs Inter pada Senin (1/2/2026) WIB.
Satu sore di Styadio Giovanni Zini, Kremona tampak tidak bersahabat bagi Emil Audero, meskipun bermain di kandang dan di hadapan pendukung timnya, Cremonese.
Emil Audero terkena petasan yang dilemparkan oleh oknum suporter Inter di awal babak kedua.
Petasan yang dilemparkan oknum tersebut jatuh di dekat kakinya, meledak dengan keras, sehingga Emil terjatuh di lapangan.
Pertandingan pun dihentikan oleh wasit setelah insiden tersebut, dan tim medis bergerak cepat untuk memberikan penangan medis kepada Audero.
Setelah mendapat perawatan tim medis, Audero memilih untuk melanjutkan permainan. Sejatinya, laga tersebut bisa saja dihentikan jika Audero tidak terima dengan perlakuan tersebut. Namun sebuah keputusan berani diambil oleh pemain kelahiran NTT itu.
Emil kemudian buka suara pasca-insiden tersebut, semua hal yang terjadi di lapangan bahkan hingga sehari setelah pertandingan.
"Pertama-tama, saya merasa cukup baik. Setidaknya secara mental, karena jika mengingat kembali apa yang terjadi, saya menyadari konsekuensinya bisa jauh lebih serius," buka Audero, dikutip dari Gazzetta.
"Tapi semuanya sulit untuk dicerna. Di akhir pertandingan, setelah adrenalin mereda, lehar saya kaku. Sekarang bahkan lebih buruk karena telinga saya sakit dan punggung saya juga kaku."
"Saya akan menjalani tes dalam beberapa hari ke depan untuk melihat apakah ada masalah, tapi ya anggap saja bisa jadi lebih buruk," sambungnya.
Petasan yang jatuh dan meledak di kaki Audero terjadi pada menit ke-49. Tapi suporter sudah menyalakan bom asap dan petasan sebelum itu.
Seperti bukan suatu sore (waktu setempat) yang damai bagi Audero.
Baca juga: Bak Senjata Makan Tuan, 3 Jari Pelaku Lemparan Flare ke Emil Audero Putus Akibat Ledakan
"Sudah saat pemanasan. Tapi hal-hal seperti ini terjadi tanpa saya pikirkan sebelumnya. Biasanya itu hanya suar yang tidak meledak," bebernya.
Oleh karena itu, Audero tidak menghiraukan hal tersebut karena menurutnya adalah pemandangan yang biasa dalam pertandingan sepak bola.
Ia lebih memilih bersiap dan fokus untuk pertandingan.
Baca tanpa iklan