News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Timnas U16 Indonesia

Menapak Jembatan PFA Sukoharjo: Kisah Dafa Zaidan Menaklukkan Standar Tinggi Timnas U-17

Penulis: Niken Thalia
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COMĀ - Banyak pemain muda berpotensi mengalami culture shock saat dipanggil ke pemusatan latihan Tim Nasional (Timnas).

Tampaknya, hal itu tidak berlaku bagi Dafa Zaidan El Fikri. Alumni Pandawa Football Academy (PFA) Sukoharjo asal Balikpapan ini justru menganggap Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai batu loncatan.

PFA Sukoharjo-lah yang membuat transisi Dafa ke level internasional (Piala Dunia U17 2025) dan klub Liga 1, Borneo FC U-20, berjalan mulus.

Ia menjelaskan bagaimana disiplin di PFA menjadi kunci ketahanannya di tengah kerasnya persaingan sepak bola elit ketika diwawancarai Tribunnews.

PFA sebagai Fondasi

Jauh sebelum dilirik pemandu bakat nasional, Dafa sudah ditempa dengan standar tinggi di PFA Sukoharjo.

Baginya, PFA bukan sekadar tempat berlatih, melainkan wadah pembentukan karakter profesional.

Baca juga: Misi John Herdman Bawa Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia, Sebut Skuad Garuda Underdog

"Nilai paling penting di PFA itu disiplin waktu. Datang latihan dan agenda tim tepat waktu itu wajib," terangnya saat ditanya pada Rabu (18/2/2026).

"PFA benar-benar menanamkan winning mentality kepada siswanya. Kami diajarkan untuk tidak mau kalah di lapangan," kenang Dafa.

Dukungan pelatih dan manajemen saat ia mengalami masa sulit juga menjadi penguat mental agar tidak mudah menyerah sebelum mencapai cita-cita.

Menghadapi Intensitas Timnas U-17

Bekal mental dan fisik dari PFA terbukti krusial ketika Dafa dipanggil ke skuad Timnas U-17 untuk Piala Dunia di Qatar 2025.

Ia mengakui bahwa level Timnas menawarkan intensitas lebih tinggi, tetapi merasa sudah memiliki modal cukup sehingga tidak mengalami culture shock yang berarti.

"Di Timnas, intensitasnya memang lebih tinggi. Tapi beberapa detail latihan sudah saya dapatkan sebelumnya di PFA," ungkapnya.

Ia mencontohkan pola latihan harian: jogging untuk ketahanan, sesi gym untuk kekuatan, hingga latihan taktis di lapangan.

Di tengah padatnya agenda, Dafa sudah terbiasa menjaga pola makan dengan menghindari gorengan serta tidur teratur sebelum pukul 23.00 WIB.

"Kita harus menjaga pola makan. Tidak berminyak atau gorengan. Tidur pun harus teratur, di bawah jam 11 malam," tegasnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini