TRIBUNNEWS.COM - Kontroversi nampaknya masih belum bisa lepas dari Timnas Iran yang akan mengikuti Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Perjuangan perdana Iran di Piala Dunia 2026 sebenarnya baru akan dimulai pada Selasa, 16 Juni mendatang, ketika berhadapan dengan Selandia Baru.
Meski demikian, Timnas Iran sudah akrab dengan berbagai hal yang bisa dibilang menghambat kehadiran mereka di Piala Dunia.
Mulai dari masalah visa hingga alokasi tiket kepada penggemar yang menggugah rasa iba dari federasi mereka.
Pada akhirnya, Timnas Iran kembali mengeluarkan pernyataan tegas.
Baca juga: Sorotan Grup A Piala Dunia 2026: Korea Selatan Ancaman Utama Meksiko, Ceko Bisa Jadi Kuda Hitam
Melalui Menteri Pemuda dan Olahraga, Ahmad Donyamali, Iran bakal menghentikan pertandingan mereka di Piala Dunia 2026 jika menjumpai adanya hal-hal yang tidak diinginkan.
Hal yang tidak diinginkan tersebut adalah seperti bendera selain bendera nasional Iran yang sekarang, slogan merendahkan, atau ejekan-ejekan lain yang mencoreng simbol-simbol negara.
Menurut Ahmad, tim pelatih akan langsung mengambil tindakan saat hal tersebut terjadi atau nampak.
"Kami sudah memberitahu FIFA bahwa jika ada bendera tidak resmi dari Iran terpampang atau adanya slogan yang menghina tim nasional selama Piala Dunia, tim pelatih, tidak diragukan lagi, akan menghentikan pertandingan," kata Donyamali dikutip dari Mundo Deportivo.
"Kami sudah mendapatkan jaminan tidak akan ada insiden semacam itu pada pertandingan melawan Mesir," paparnya.
Sejak debut pada 1978, Iran sudah tampil dalam tujuh edisi Piala Dunia, empat diantaranya secara beruntun. (1978, 1998, 2006, 2014, 2018, 2022, 2026).
Namun, mereka selalu terhenti di fase grup. Sekalipun belum pernah mencapai fase gugur.
Catatan keseluruhan Iran di Piala Dunia:
Main: 18 laga
Menang: 3
Imbang: 4
Kalah: 11
Baca tanpa iklan