TRIBUNNEWS.COM - "Tidak ada yang ingin melawan tim sesama negara, sehingga masih menyisakan wakil Jerman yang banyak untuk bertahan di kompetisi ini," ucap kapten Leverkusen, Robert Andrich setelah kemenangan timnya atas Olympiakos di babak playoff 16 besar Liga Champions.
Leverkusen memastikan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions berkat agregat 2-0 yang mereka raih di kandang Olympiakos.
Hasil tersebut membawa Leverkusen berada di braket biru pada bagan 16 besar.
Calon lawan yang akan mereka hadapi yakni antara sesama wakil Jerman, Bayern Munchen atau Arsenal.
Semua itu akan diketahui pada sesi drawing 16 besar yang dilaksanakan di Nyon, Swiss pada Jumat (27/2/2026) sore.
Ya, para jajaran tim Leverkusen tidak menginginkan pertemuan melawan Bayern Munchen.
Tim yang menjadi rival mereka di Bundesliga dan berada dalam koefisien yang sama.
Tim berjuluk Die Werkself tertantang untuk meladeni calon jawara Liga Inggris musim ini, Arsenal.
"Saya rasa masih terlalu dini untuk pertandingan Jerman-Jerman. Pertandingan itu tidak memiliki karakter Liga Champions," kata gelandang Leverkusen, Jonas Hofmann, dikutip dari media X Bayern and Jerman.
"Jadi, jika saya bisa memilih, maka Arsenal. Akan lebih keren jika kami bisa bertandang ke London dan mereka datang ke sini," sambungnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Direktur Olahraga Leverkusen, Simon Rolfes.
Jika kesempatan itu terjadi, Leverkusen akan reuni dengan Kai Havertz yang telah meninggalkan tim enam tahun yang lalu, serta Piero Hincapie di saat mudanya.
"Arsenal akan menyenangkan," ucapnya.
"Saya mengatakan hal yang sama ketika kami bisa menghadapi Dortmund di babak sebelumnya. Terutama kami bisa bertemu dua mantan pemain kami, Kai Havertz dan Piero Hincapie."
Baca tanpa iklan