TRIBUNNEWS.COM - Kemenangan telak Bayern Munchen dengan agregat 10-2 atas Atalanta di 16 besar Liga Champions membawa mereka berjumpa dengan Real Madrid di babak 8 besar.
Ya, dua tim raksasa Eropa, Real Madrid dan Bayern Munchen akan kembali bertemu di babak perempat final Liga Champions.
Real Madrid lebih dulu ke perempat final setelah mengalahkan Manchester City dengan agregat 5-1.
Di sisi lain, Bayern Munich melaju dengan penuh percaya diri. Kemenangan telak dari Atalanta membuat mereka untuk ketiga kalinya menang dengan selisih 8 gol atayu lebih.
Dua sebelumnya Bayern membuat pada 2009 saat menghancurkan Sporting CP 12-1 dan pada 2017 membungkan Arsenal 10-2.
Baca juga: Sorotan Hasil Liga Champions: Salah & Kane Capai 50 Gol, Yamal Gasak Mbappe, Lewa Tua-tua Keladi
Rivalitas Paling Ikonik di Eropa
Duel Real Madrid vs Bayern Munchen ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal, melainkan lanjutan rivalitas paling ikonik dalam sejarah kompetisi.
Kedua tim sudah sering bertemu. Bahkan Real Madrid adalah lawan yang paling sering dihadapi oleh Bayern Munchen di Liga Champions.
Sudah ada 28 pertemuan dalam sejarah di Liga Champions/Piala Eropa, dengan rekor yang sama-sama kuat, masing-masing mencatatkan 12 kemenangan.
Namun, luka lama masih membekas di kubu Bayern. Pertemuan terakhir pada semifinal 2024 berakhir pahit.
Di leg pertama, Madrid yang diasuh Ancelotti menahan imbang 2-2 di Jerman.
Pada leg kedua Bayern di atas angin ketika unggul 1-0 hingga menit 89' sebelum dua gol telat Madrid.
Laga sempat diwarnai keputusan kontroversial wasit dalam gol yang menggagalkan peluang Bayern asuhan Thomas Tuchel.
Kini, keduanya telah sama-sama berganti pelatih dengan Alvaro Arbeloa di Madrid, dan Vincent Kompany yang akan mengusung misi balas dendam untuk Munchen.
Kunci Laga: Mentalitas vs Intensitas
Bagi Kompany, menghadapi Madrid berarti menghadapi standar tertinggi sepak bola Eropa.
Ia menegaskan bahwa kualitas dan sejarah kedua tim membuat laga ini melampaui sekadar duel biasa.
Baca tanpa iklan