TRIBUNNEWS.COM - Sorotan Semifinal Liga Champions tertuju kepada perang urat saraf atau psywar yang dilontarkan pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique
Pelatih PSG, Luis Enrique mengakui bahwa Bayern Munchen tampil sebagai tim yang paling konsisten musim ini. Tetapi, mantan entrenador Barcelona ini menyebut kualitas skuad asuhannya tetaplah yang terbaik.
Juara bertahan Liga Champions musim lalu, PSG bersiap menjamu Bayern Munchen pada laga leg pertama Semifinal Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Paris, Rabu (29/4) pukul 02.00 WIB.
PSG berstatus juara bertahan dan menembus semifinal untuk ketiga kalinya secara beruntun. Catatan ini menjadi yang pertama bagi klub Prancis di kompetisi Eropa.
Di sisi lain, Bayern Munchen tampil sangat konsisten dengan 11 kemenangan dari 12 pertandingan musim ini. Tim asal Jerman itu juga punya rekor kuat saat menghadapi klub Prancis.
PSG vs Bayern Munchen bukan sekadar duel semifinal, tetapi juga pertarungan dua lini serang paling produktif. Keduanya sama-sama sudah mencetak 38 gol di Liga Champions musim ini.
"Secara konsistensi, Bayern sedikit berada di depan kami (PSG dan Arsenal) karena mereka hanya kalah dalam dua pertandingan, tetapi bila kita berbicara tentang apa yang telah kami tunjukkan sebagai sebuah tim, kami berada di level atas. Dan tidak ada tim yang lebih baik dari kami," ujar Enrique, dikutip dari laman resmi klub.
"Saya telah mengatakan hal ini setelah kami gagal masuk delapan besar di fase liga, bahwa saya tidak melihat ada tim yang lebih baik dari kami," kata pelatih asal Spanyol tersebut.
Pertemuan ini menjanjikan pertarungan tingkat tinggi antara raksasa Eropa.
Tiga dari empat semifinalis musim ini yakni PSG, Bayern Munchen, dan Arsenal merupakan pemuncak klasemen di liga domestik mereka masing-masing.
Bayern Munchen bahkan telah mengunci gelar juara Bundesliga dengan hanya menderita satu kekalahan domestik dan satu kekalahan di Eropa. Perbedaan perjalanan juga mewarnai kedua tim.
Sementara Arsenal dan Bayern berhasil menempati dua posisi teratas di fase liga, PSG (dan Atletico Madrid) harus bersusah payah melalui babak playoff.
Namun, di fase gugur (babak 16 besar dan perempat final), kedua tim unjuk ketajaman; Die Roten tampil beringas dengan mencetak 16 gol, sementara PSG mengemas 12 gol.
Enrique menilai, rekor impresif tersebut tidak hanya berbicara soal serangan, melainkan juga pertahanan solid yang menempatkan keduanya sebagai yang terbaik di Eropa.
Baca juga: Misi PSG di Liga Prancis Pekan Ini Tuntas, Setir Luis Enrique Belok ke Liga Champions
Baca tanpa iklan