TRIBUNNEWS.COM - Kekuatan bola mati Arsenal kembali menjadi sorotan jelang final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) akhir bulan ini.
Duel final Liga Champions antara PSG vs Arsenal akan digelar di Puskas Arena, Budapest pada Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.
Namun, pelatih PSG, Luis Enrique, diyakini tidak akan tinggal diam menghadapi salah satu senjata paling mematikan milik skuad Mikel Arteta tersebut.
PSG berhasil memastikan tiket ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Bayern Munchen pada babak semifinal dengan agregat 5-6.
Sementara Arsenal sukses melewati hadangan Atletico Madrid dengan permainan pragmatis namun efektif dengan agregat 2-1.
Pertemuan dua tim tersebut diprediksi berlangsung sengit karena keduanya memiliki gaya bermain berbeda tetapi sama-sama efektif.
Arsenal datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi setelah terus menjaga peluang juara Premier League musim ini.
Tim asuhan Mikel Arteta baru saja meraih kemenangan tipis 1-0 atas West Ham United pada akhir pekan lalu.
Gol penyeimbang West Ham yang dicetak Callum Wilson sempat memicu kontroversi sebelum akhirnya dianulir VAR akibat pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya.
Keputusan tersebut memicu perdebatan panas di media Eropa mengenai gaya permainan Arsenal saat situasi bola mati.
Baca juga: Awas Manchester City, Crystal Palace Bisa Bantu Arsenal Juara Demi Bonus Ratusan Miliar
Arsenal dinilai sangat agresif dalam memanfaatkan screening hingga duel fisik ketika mendapatkan tendangan sudut maupun tendangan bebas.
Meski kerap dianggap kontroversial oleh lawan, strategi tersebut terbukti sangat efektif musim ini.
The Gunners tercatat telah mencetak 20 gol dari situasi bola mati di semua kompetisi sepanjang musim 2025/2026.
Latihan Khusus PSG untuk Lawan Arsenal
Keunggulan itulah yang kini mulai diantisipasi serius oleh PSG.
Media Prancis, RMC Sport, melaporkan bahwa PSG telah menyiapkan sesi latihan khusus untuk mengantisipasi ancaman bola mati Arsenal.
Baca tanpa iklan