News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

MatahariMall.com Disebut-sebut Lippo sebagai Alibaba-nya Indonesia

Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ribuan pengunjung memadati Matahari Department Store untuk membeli kebutuhan Lebaran di Mall Panakukang, Makassar. Minggu (4/8/2013). Mendekati Hari Raya Lebaran pada H - 4 jumlah pembeli pakaian meningkat hingga hampir 100 persen dibandingkan hari biasa. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ranah e-commerce di Indonesia bertambah ramai dengan kehadiran MatahariMall.com, situs belanja online yang peluncurannya diumumkan secara resmi oleh Lippo Group dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Lippo grup menargetkan pendapatan sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun dari MatahariMall.com dalam jangka waktu dua tahun ke depan.

Apabila terealisasi, target omzet itu merupakan yang terbesar di antara pelaku bisnis e-commerce lain di Indonesia sehingga MatahariMall.com disebut Lippo bisa menjadi "Alibaba dari Indonesia". Alibaba merupakan raksasa belanja online yang dimiliki Jack Ma, orang terkaya di Tiongkok.

"Untuk itu kami menganggarkan dana investasi sebesar 500 juta dollar AS (sekitar Rp 6,4 triliun) untuk dua hingga tiga tahun ke depan," ujar Direktur Lippo Group John Riady saat berbicara di panggung acara peluncuran.

MatahariMall.com dijadwalkan mulai dibuka untuk konsumen pada Maret mendatang. Nantinya, situs belanja online ini akan menyajikan barang-barang aneka brand dari jaringan departement store Matahari dan Hypermart yang juga dimiliki oleh grup Lippo.

Pilihan barang yang ditawarkan antara lain mencakup kategori fashion, elektronik, buku, entertainment, dan kebutuhan rumah tangga.

MatahariMall.com turut diproyeksikan bakal mendongkrak pendapatan divisi ritel konsumen Lippo Group menjadi 25 miliar dollar AS dalam waktu lima tahun ke depan. Sebanyak 20 persen dari angka tersebut ditargetkan berasal dari bisnis ritel online.

Sebelum ini, Lippo pernah merambah bisnis online shop melalui situs Lippo Shop yang beroperasi pada awal 2000-an, namun ketika itu kurang berkembang. John menilai kembalinya Lippo ke ranah e-commerce kali ini mengambil momentum yang tepat di tengah pertumbuhan pesat sektor tersebut.

"Ekosistem e-commerce Indonesia juga sudah siap untuk mendukung perkembangan," ujar John singkat ketika ditemui usai acara.

Menurut keterangan dari pihak Lippo, penetrasi internet di Indonesia tahun ini diperkirakan bakal melewati 30 persen. Penjualan online baru berkontribusi sebesar 0,7 persen dari total penjualan ritel, namun angka tersebut diproyeksikan akan tumbuh hingga sepuluh kali lipat dalam waktu lima tahun ke depan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini