Para ahli etika telah menyuarakan kekhawatiran tentang implikasi menghasilkan gambar palsu karena dapat berkontribusi pada penyebaran informasi salah secara online.
"Namun, dalam konteks menggunakan AI untuk mengobrol dengan teman dan keluarga di WhatsApp atau Messenger, Meta AI adalah contoh positif tentang bagaimana membuat gambar palsu bisa menjadi hal yang menyenangkan — dan aman — jika kita menganggapnya sebagai bentuk baru dari emoji," ujarnya.
(Tribunnews.com/Gilang Putranto)
Baca tanpa iklan