Dia menambahkan, tantangan seperti penggunaan AI yang memiliki dampak positif dan negatif menuntut kesiapan semua pihak.
Menurutnya, industri IT di Indonesia harus belajar dan berkolaborasi, didukung oleh kebijakan yang matang dari regulator, panduan operasional, serta penyiapan SDM yang berkelanjutan dari akademisi.
Salah satu fokus utama event ini adalah penerapan kerangka tata kelola seperti COBIT dan AI Governance, yang dipromosikan oleh ISACA secara global.
Kerangka ini telah diadopsi secara internasional, termasuk di Indonesia, bahkan menjadi alat ukur kematangan operasional untuk perusahaan BUMN.
"Kami mendorong industri untuk mengadopsi kerangka kerja manajemen dari ISACA secara lengkap dan menyiapkan SDM yang kompeten melalui berbagai program sertifikasi," tambah Harun. (tribunnews/fin)
Baca tanpa iklan