TRIBUNNEWS.COM - Layanan streaming YouTube Music tengah menuai kritik dari para penggunanya.
Sejumlah pelanggan mengeluhkan rekomendasi musik yang kini dipenuhi lagu-lagu buatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilai “palsu” dan tidak memiliki sentuhan manusia.
Keluhan ini ramai dibicarakan di forum Reddit dan memicu kekhawatiran akan potensi hilangnya pelanggan setia.
Dilaporkan oleh PhoneArena dikutip Rabu (7/1/2026), banyak pengguna menyebut playlist rekomendasi mereka dipenuhi artis tidak dikenal dengan katalog lagu yang sangat banyak dan terdengar generik.
Lagu-lagu tersebut diduga kuat dihasilkan oleh AI dan bukan karya musisi sungguhan.
Masalah ini dirasakan terutama oleh pelanggan lama YouTube Music yang sebelumnya merasa rekomendasi platform tersebut cukup relevan dengan selera mereka.
Baca juga: Respons Boniex Saat For Revenge Tembus Top 100 YouTube Music
Keluhan semakin besar karena fitur “Not interested” atau tombol dislike dinilai tidak efektif.
Pengguna mengaku lagu yang tidak disukai memang hilang, tetapi tak lama kemudian digantikan lagu AI lain dengan pola serupa.
Bahkan, beberapa akun artis yang sama terus muncul di berbagai playlist, mix, dan sesi autoplay.
Situasi ini membuat sebagian pelanggan merasa tidak mendapatkan layanan yang sepadan dengan biaya langganan.
Bagi pengguna berbayar, pengalaman mendengarkan musik yang dipenuhi konten tidak diinginkan dianggap merugikan.
YouTube Music sendiri mengandalkan algoritma untuk merekomendasikan lagu, seperti layanan streaming lainnya.
Namun, lagu AI memiliki keunggulan dari sisi kuantitas karena dapat dibuat dengan cepat dan dalam jumlah besar, tanpa memerlukan keterampilan musik yang mendalam.
Akibatnya, platform berisiko dipenuhi konten yang memenuhi syarat unggah, tetapi minim karakter, emosi, dan identitas artistik.
Baca tanpa iklan