News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan Makin Dekat, Saatnya Mengatur Lingkungan Digital Lewat Platform Muslim

Editor: Andra Kusuma
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Iman dibentuk perlahan oleh lingkungan, termasuk media sosial. Menata lingkungan digital jadi langkah penting agar ibadah Ramadan lebih khusyuk.

Bahkan jika kamu tidak setuju dengan kontennya, paparan terus-menerus bisa menumpulkan sensitivitas hati.

Maka muncul pilihan praktis: kepada siapa kita berikan perhatian kita? Kuncinya bukan “lari dari dunia”, tapi mengelola linimasa secara sadar – karena setiap hari ia bisa mendekatkan kita pada ibadah, atau justru menjauhkannya.

Mengapa Ini Terjadi? Mekanisme Pengaruh Lingkungan

Meski seseorang merasa dirinya sepenuhnya mandiri, pada hakikatnya ia tetap hidup di tengah manusia lain. Secara sadar maupun tidak, setiap individu akan menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui beberapa mekanisme sederhana berikut:

1. Norma Kelompok

Apa yang dianggap “biasa” di lingkungan sekitar perlahan membentuk standar pribadi.

Jika meremehkan salat atau bersikap kasar dianggap wajar, seseorang akan lebih mudah membenarkannya. Sebaliknya, jika lingkungan menjunjung adab, kehalalan, dan sikap saling menghormati, menjaga nilai-nilai tersebut pun terasa lebih ringan.

2. Meniru Tanpa Disadari

Manusia cenderung meniru gaya bicara, sikap, dan reaksi orang-orang yang tampak percaya diri, berpengaruh, atau dianggap “sukses”, meski tanpa niat sadar untuk melakukannya.

3. Kelelahan dalam Bertahan

Ketika setiap hari harus terus-menerus menahan diri dari godaan maksiat atau ejekan, energi batin bisa terkuras. Awalnya mengalah dalam hal kecil, hingga perlahan hal yang besar pun terasa biasa dan tidak lagi mengganggu.

4. Pergeseran Bahasa

Lisan adalah cermin hati. Lingkungan yang menormalkan ghibah, canda berlebihan, atau kata-kata kotor akan memberi dampak langsung pada kebersihan ruhani dan kualitas iman seseorang.

Realitas di Indonesia: Bukti yang Kita Lihat di Depan Mata

Gagasan bahwa “lingkungan membentuk seseorang” terasa sangat nyata di kehidupan kita. Masyarakat Indonesia cenderung kolektif (guyub); relasi sosial sangat kuat, sehingga pengaruh lingkungan sering terasa lebih “tajam” dibanding negara lain.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini