News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GADGET

Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 10,9 Juta Akun Scam

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Meta menghapus jutaan akun penipuan di Facebook dan Instagram serta meluncurkan fitur peringatan baru di WhatsApp.

TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan teknologi Meta mengumumkan telah menghapus jutaan akun yang terlibat dalam aktivitas penipuan di platformnya. 

Selain itu, Meta juga memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk membantu pengguna mengenali potensi penipuan di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Menurut Meta, sepanjang tahun lalu perusahaan telah menindak berbagai aktivitas penipuan yang terjadi di platformnya. 

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan pengguna di layanan media sosial dan aplikasi pesan milik perusahaan tersebut.

Meta menyebut penipuan online menjadi masalah besar yang terus berkembang di berbagai platform digital. 

Karena itu, perusahaan terus memperbarui sistem deteksi serta memperkuat perlindungan bagi pengguna.

Dalam laporan terbaru, Meta menyebut telah melakukan berbagai tindakan terhadap aktivitas penipuan.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain

  • menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan;
  • menutup sekitar 10,9 juta akun penipuan di Facebook dan Instagram;
  • menindak jaringan penipu yang memanfaatkan platform media sosial.

Baca juga: Mulai 28 Maret, Anak di Bawah 16 Tahun Tak Diizinkan Punya Akun Instagram, Facebook, hingga TikTok

Meta mengatakan para pelaku penipuan sering menggunakan berbagai cara untuk mengelabui pengguna, mulai dari menyamar sebagai orang terkenal hingga membuat situs palsu.

Untuk mengatasi masalah ini, Meta kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi aktivitas penipuan.

Sistem AI tersebut dirancang untuk menganalisis berbagai sinyal sekaligus, seperti:

  • Teks dalam pesan atau iklan
  • Gambar yang digunakan dalam konten
  • Konteks percakapan atau tautan yang dibagikan

Dengan analisis tersebut, sistem dapat mengenali pola penipuan yang lebih kompleks dan mendeteksinya lebih cepat dibanding metode lama.

Meta menyebut sistem ini terutama difokuskan untuk mendeteksi dua jenis penipuan yang sering terjadi, yaitu:

  • Penyamaran sebagai tokoh terkenal, figur publik, atau merek tertentu
  • Tautan menuju situs palsu yang meniru situs resmi

Peringatan Baru untuk Pengguna

Selain menggunakan AI, Meta juga meluncurkan fitur peringatan baru di beberapa aplikasinya.

Peringatan ini akan muncul ketika sistem mendeteksi aktivitas yang mencurigakan meskipun belum dipastikan sebagai penipuan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini