TRIBUNNEWS.COM - Spotify sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap rekomendasi musik yang muncul di aplikasi.
Fitur tersebut diberi nama Taste Profile.
Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menyesuaikan rekomendasi musik berdasarkan selera pribadi.
Dengan Taste Profile, pengguna dapat memberikan masukan langsung mengenai jenis musik atau konten yang ingin mereka dengarkan.
Selama ini Spotify dikenal sebagai salah satu platform streaming musik yang menggunakan algoritma untuk merekomendasikan lagu kepada pengguna.
Sistem ini menganalisis kebiasaan mendengarkan musik untuk menampilkan lagu, artis, atau genre yang dianggap sesuai.
Namun melalui fitur baru ini, pengguna tidak hanya bergantung pada algoritma.
Mereka juga dapat memberi arahan langsung agar rekomendasi menjadi lebih sesuai dengan preferensi mereka.
Cara Kerja Fitur Taste Profile
Taste Profile bekerja dengan cara yang mirip dengan pengaturan preferensi pada aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Pengguna dapat memberi informasi mengenai jenis musik yang mereka sukai atau ingin lebih sering muncul dalam rekomendasi.
Baca juga: Fitur Baru Spotify Atur Ulang Lagu Berdasarkan BPM dan Key
Melalui fitur ini, pengguna dapat:
- Melihat bagaimana Spotify memahami selera musik mereka
- Mengatur jenis konten yang ingin lebih sering direkomendasikan
- Mengurangi rekomendasi yang dirasa kurang sesuai
- Memberikan masukan tentang suasana musik yang diinginkan
Taste Profile juga menggabungkan berbagai kebiasaan mendengarkan pengguna, termasuk:
- Musik
- Podcast
- Audiobook
Dari data tersebut, Spotify akan menampilkan gambaran tentang selera pengguna.
Misalnya, sistem dapat mendeteksi jika pengguna mulai sering mendengarkan genre tertentu.
Contoh analisis yang dapat muncul dalam profil pengguna antara lain:
- Ketertarikan pada musik alternative rock tahun 1990-an
- Lebih sering mendengarkan hip-hop dengan pengaruh musik tertentu
- Kebiasaan mendengarkan konten pada waktu tertentu dalam sehari
Baca tanpa iklan