TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan teknologi Samsung Electronics dilaporkan menaikkan harga beberapa varian ponsel lipat premiumnya secara diam-diam.
Kenaikan ini terjadi pada model tertentu dari Samsung Galaxy Z Fold 7 di pasar Amerika Serikat.
Menurut laporan 9to5google, varian dengan kapasitas penyimpanan 1TB kini mengalami kenaikan harga dari sebelumnya sekitar 2.419 dolar AS menjadi 2.499 dolar AS.
Jika dikonversikan ke rupiah dengan asumsi kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS, harga tersebut setara naik dari sekitar Rp38,7 juta menjadi Rp39,9 juta.
Artinya, terdapat kenaikan sekitar Rp1,2 juta tanpa adanya perubahan spesifikasi atau peningkatan fitur pada perangkat tersebut.
Ponsel Galaxy Z Fold 7 sendiri sudah dikenal sebagai salah satu perangkat Android paling mahal di pasaran.
Harga awalnya berada di kisaran 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32 juta, menjadikannya produk premium yang menyasar segmen kelas atas.
Dengan kapasitas penyimpanan terbesar, harga perangkat ini kini semakin tinggi.
Tidak hanya varian 1TB, model dengan kapasitas 512GB juga disebut mengalami kenaikan harga yang sama, yaitu sekitar 80 dolar AS atau setara Rp1,2 juta.
Saat ini, harga normal varian tersebut berada di angka 2.199 dolar AS atau sekitar Rp35,1 juta.
Meski begitu, dalam beberapa penawaran, perangkat ini masih tersedia dengan harga diskon sekitar 2.079 dolar AS atau setara Rp33,2 juta.
Baca juga: Bocoran Galaxy Z Wide Fold, Samsung Siapkan HP Lipat Layar Lebih Lebar
Sebelumnya, perangkat ini diluncurkan dengan harga sekitar 2.119 dolar AS atau sekitar Rp33,9 juta.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa perubahan harga ini terjadi tanpa pengumuman resmi dari Samsung.
Bahkan, pada Maret 2026, harga perangkat tersebut masih tercatat menggunakan harga lama di toko online resmi.
Kenaikan harga ini dinilai sebagai bagian dari tren yang mulai terlihat di industri teknologi, khususnya pada perangkat smartphone.
Baca tanpa iklan