News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

GADGET

Meta Kirim Peringatan ke Korban Hack Instagram yang Diduga Libatkan Chatbot AI

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI PERUSAHAAN META - Meta mulai memperingatkan pengguna Instagram yang menjadi sasaran peretasan melalui chatbot AI miliknya.

TRIBUNNEWS.COM - Meta mulai mengirimkan peringatan kepada pengguna Instagram yang menjadi sasaran gelombang peretasan akun yang diduga memanfaatkan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan. 

Langkah ini dilakukan setelah muncul laporan bahwa pelaku berhasil mengambil alih sejumlah akun Instagram hanya dengan memanipulasi sistem dukungan otomatis yang dijalankan AI.

Menurut media TechCrunch yang dipublikasikan pada 3 Juni 2026, kampanye peretasan tersebut masih berlanjut meskipun Meta sebelumnya menyatakan bahwa masalah tersebut telah diperbaiki.

Kasus ini menjadi sorotan karena metode yang digunakan terbilang sederhana. 

Pelaku tidak perlu mencuri kata sandi, mengirim tautan phishing, atau membobol sistem keamanan yang rumit. 

Mereka hanya memanfaatkan chatbot AI yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan masalah akun.

Berdasarkan laporan tersebut, pelaku mengaku kepada chatbot AI Meta bahwa mereka adalah pemilik sah akun Instagram yang menjadi target.

Mereka kemudian meminta chatbot untuk menghubungkan akun tersebut ke alamat email yang mereka kuasai.

Chatbot diduga menyetujui permintaan tersebut, sehingga pelaku dapat melakukan reset kata sandi dan mengambil alih akun korban. 

Dalam beberapa kasus, pemilik asli akun bahkan kehilangan akses sepenuhnya terhadap akun mereka.

TechCrunch menyebut bahwa tidak ada keterlibatan karyawan atau kontraktor Meta dalam proses tersebut. 

Baca juga: Peretas Bobol Instagram Pejabat Space Force AS, Sebar Propaganda Iran dan Video Perang Vietnam

Seluruh interaksi dilakukan langsung antara pelaku dan chatbot AI.

Sejumlah akun yang dilaporkan menjadi korban memiliki username pendek dan unik yang dikenal bernilai tinggi di pasar gelap digital.

Username semacam ini sering disebut sebagai "OG handles", yaitu nama pengguna yang sederhana, pendek, dan mudah diingat. 

Akun dengan karakteristik tersebut sering diperjualbelikan dengan harga tinggi di komunitas tertentu.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini