Sistem tersebut bahkan memiliki kemampuan untuk membantu proses reset kata sandi secara mandiri tanpa campur tangan manusia.
Keputusan tersebut awalnya ditujukan untuk mempercepat layanan pelanggan.
Namun insiden terbaru menunjukkan bahwa sistem otomatis yang memiliki akses ke fitur sensitif perlu dilengkapi lapisan verifikasi yang lebih kuat.
Selama bertahun-tahun, pengambilalihan akun Instagram bernilai tinggi biasanya membutuhkan teknik yang lebih kompleks seperti phishing, pembajakan nomor telepon, atau bantuan orang dalam di perusahaan telekomunikasi.
Namun dalam kasus ini, para pelaku diduga hanya perlu meyakinkan chatbot AI bahwa mereka adalah pemilik akun yang sah.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan