News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Padang Lebih Siap Hadapi Gempa dan Tsunami

Editor: Harismanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang warga sedang membersihkan puing-puing direruntuhan SD Negeri 14 Bandar Gadang Kecamata Tanjung Mutiara Kabupaten Agam yang hancur akibat gempa, Kamis (1/10/2009).

Laporan Wisnu Agung Prasetyo, Asisten SKP BSB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), saat ini dinilai lebih maju dalam mengantisipasi kemungkinan datangnya di masa mendatang.

Kemajuan tersebut ditunjukkan dengan berbagai upaya mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan shelter multifungsi sebagai tempat perlindungan sekaligus terminal evakuasi apabila terjadi gempa dan tsunami. Hal tersebut dikatakan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief, Kamis (5/8/2010), setelah mendapat laporan dari Tim Assessment dari Kantor SKP BSB yang sedang melakukan penilaian terhadap kesiapan Sumatera Barat, khususnya Kota Padang dan Kepulauan Mentawai, dalam menghadapi potensi  gempa bumi dan tsunami.

"Padang dan Mentawai berada pada jalur red zone, salah satu jalur patahan tektonik aktif yang paling rawan gempa di Indonesia. Kewaspadaan pemerintah dan masyarakat melalui berbagai langkah mitigasi bencana, harus ditingkatkan," kata Andi Arief.

Pemkot Padang telah menyelesaikan pembangunan satu shelter multifungsi dari seratus shelter yang direncanakan. Satu shelter yang selesai dibangun itu merupakan gedung SMA Negeri 1 Padang.

"Secara umum, shelter mutifungsi didesain empat tingkat dengan luas bangunan yang bervariasi sesuai keadaan lokasi. Selain didesain khusus untuk memecah ombak, atap shelter juga difungsikan sebagai helipad bagi pendaratan helikopter," lanjutnya.

Padang pantas bersiap untuk menghadapi situasi yang sulit. Sebab, menurut Andi, setidaknya terdapat tiga hasil riset yang menyebutkan tingginya potensi kegempaan di Padang dan gugusan Kepulauan Mentawai, yang dipisahkan oleh selat Mentawai.

"Tiga riset tersebut adalah penelitian koral mikroatal yang dilakukan Dr. Danny Hilman Natawidjaja dari LIPI, peta seismic hazard 2010 yang baru saja dirilis oleh sembilan pakar gempa bumi Indonesia, serta analisis statistik yang dilakukan Ir. Didik Wahju Widjaja," katanya.

Bagian pesisir Padang yang padat, oleh National Geographic juga disebut sebagai tempat beresiko tertinggi di dunia apabila terjadi tsunami. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini