News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Sajak-sajak D Dudu AR

Penulis: D. Dudu AR
Editor: Iswidodo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Berikut ini adalah sajak-sajak karya D Dudu AR yang dikirim ke tribunnews.com tanggal 2 September 2010. Silakan tribunner juga mengirim tulisan, karya, puisi atau hasil liputan di mana pun lokasinya dan apapun objeknya agar bisa disimak dan dinikmati pembaca lainnya.






Ramadhan 1431 H

Kabar nyawa berjatuhan seperti bunga di musim gugur
menjadi hiasan penyambutan kedatanganmu yang ditunggu-tunggu
oleh para pecinta bulan dari segala purnama
: gas yang sejatinya menjadi pengganti suluh dan minyak
menjadi labirin api sebelum buka dan imsak
2010

 
Nuzulul Qur'an

Rinai langit di pertigaan malam
menjadi rebutan para musafir dahaga atas kesucian ayat
yang dihantar sayap-sayap malaikat
di saung ataupun di mesjid mewah
mulut-mulut pecandu rum menjadi basah
berkeringat menanti anugerah, lalu menari sufi berjama'ah
demi terpilih menjadi manusia berkah pada ritus lailatul qadar
2010

 
Ceruk

adalah tempat persemayaman
pada saat jiwa luruh dan jatuh
dari ranting keyakinan yang rapuh
sejenak rebah di selasar tamannya yang lindap
untuk benamkan urat pada mawar, agar tumbuh dan rekah
menjadi bunga yang kembali wangi di hadapan Ilahi
2010


Sebuah Nama

Tenggelam
di telaga makna
berkecipak hingga larut ke dalam hayat
semata-mata mencari sebuah ayat
yang masih bersemayam pada pusaran malam
2010

 
Seperti Bulan

Jangan bawa semburat ke tebing malam yang tinggi
simpan di selasar mata saja, agar engkau nampak seperti bulan!
2010

 
Kepada Pengantin

Sekiranya langit yang bertaburan bintang adalah hiasan malam
Semoga menjadi lukisan abadi disetiap dinding bahtera yang membawa harapan
Ke dermaga Tuhan
2010

 Melatimu

: Kang Ibing
Setidaknya pada detik-detik terakhir sebelum kembali
ayat-ayat Tuhan telah engkau lejarkan ke penjuru pasundan
semoga tumbuh menjadi melati yang semerbak di ceruk sepi
biarkan menjalar dari rumah abadi hingga ke arasy
agar semburat putihnya menjadi teman hingga engkau tenang
2010


Bercak

Buncah pena yang kau siratkan di dinding langit
Remahkan tulang dada hingga remuk
Lalu menampar jantung sampai menggelepar
Dan, riak berlinang di mata

 
Aku tak sengaja
Ketika menelusur
Di tanah lembek
Di guyur hujan
Selibut mendadak akut
Membaca segumpal tanah liat
Yang gelap

 
Mataku dijamah angin
Terpeleset di ubin licin
Kemudian menela’ah isimu
Dalam kubangan keruh
Maaf! Aku larut.

: saat semburat kilat menampar
 
2010

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini