News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

TKI Tak Minta Lebih...Hanya Perlu Perhatian Pemerintah

Penulis: Totok
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Komite Independen Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (KOPR-TKI) melakukan aksi teaterikal penyiksaan TKI oleh warga Arab Saudi, di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (22/11/2010).

TRIBUNNEWS.COM, JEDDAH - Membicarakan maslah TKI seperti mengurai benang kusut,  dan tidak akan pernah ada habisnya. Semenjak terungkapnya kasus yang menghebohkan, penyiksaan terhadap Sumiati dan tewasnya Kikim Komalasari dua TKI yang bekerja di Saudi Arabia. Saat ini banyak warga yang melaporkan anggota keluarganya yang kehilangan kontak semenjak bekerja menjadi TKI di berbagai negara, termasuk yang berada di Saudi Arabia.

Ketika Rabu (24/11/2010) pagi saya ingin perpanjang paspor di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Saudi Arabia, ada pemandangan lain yangs saya lihat. Pelayanan terpaksa tutup, karena banyak TKI yang berdemo minta dipulangin ke tanah air. Para TKI yang tidak memiliki dokumen resmi itu menuntut pihak KJRI untuk segera memulangkan mereka.

Karena  merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah, para TKI yang tadinya tinggal di kolong jembatan Kandarah Jeddah itu mendatangi kantor KJRI. Dengan harapan cepat dipulangi oleh pihak pemerintah, melalui KJRI setempat. Diantara mereka ada perempuan yang sambil menggendong anak kecil.

Sesaat sebelum saya menanyakan kepada petugas yang berjaga di depan pintu, mereka diusir oleh petugas kemanan yang bersenjata laras panjang. Mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diingankan maka kantor KJRI dijaga tentara setempat.

Dengan tertib mereka membubarkan diri atau diterima petugas KJRI lewat pintu lain. Saya hanya mendapat jawaban dari petugas yang sedang berjaga,

"Hari ini tutup, nggak ada pelayanan", jawabnya singkat.

Kami para TKI memohon kepada pemerintah untuk memperbaiki kebijakan masalah TKI. Banyak kasus-kasus yang menimpa saudara kita tapi tidak sampai tersentuh hukum. Jangan setelah ada kasus, barulah pihak pemerintah turun tangan, seharusnya pemerintah berupaya melindungi terhadap TKI di luar negeri.

Jadi untuk menekan tindak kekerasan atau pelecehan terhadap tenaga kerja kita, dimasa-masa yang akan datang akan berkurang setelah mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Semoga apa yang sedang diupayakan pemerintah, TKI bisa merasakan hasilnya bukan untuk dijadikan korban.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini