TRIBUNNEWS.COM, DEMAK - Bulan Asyuro (Muharam) bagi anak yatim merupakan bulan yang ditunggu-tunggu. Biasanya, pada bulan ini khususnya umat Islam ada tradisi yang tetap di
lestarikan yakni menyantuni
anak yatim .
Momen bulan Asyuro yang penuh barokah ini juga tidak
disia-siakan oleh pengurus Masjid jami’ Baitul Makmur desa Kedungmutih
kecamatan Wedung kabupaten Demak Jawa Tengah. Ada acara rutin santunan
Yatama yang digelar setiap tanggal 10 Muharam.
Dengan menggalang dana dari
segenap warga masyarakat dengan cara membagikan amplop kosong yang
kemudian ditarik kembali setelah diisi oleh warga agar mereka semua
dapat menyantuni anak yatim.
Uang yang terkumpul dari masyarakat
kemudian dijadikan satu kemudian dibagikan kembali kepada anak yatim
yang menerimanya . Penerima santunan terdiri dari yatim piatu
| Penyampaian hikmah 10 Asyuro oleh K. Suhari S Pdi |
“Alhamdulillah pada tahun ini terkumpul dana hampir 10 juta rupiah dan
kami bagikan sekitar 45 anak yang berhak , selain santunan di bulan
Asyuro pada bulan Ramadhan kemarin kami juga membagikan santunan pula
untuk anak yatim agar mereka dapat berlebaran dengan penuh kegembiraan
“, papar Abah Ardans salah satu panitia santunan Yatama.
Abah Ardans yang juga pengelola KSU “ Margi Rahayu “ desa Kedungmutih
mengemukakan , ide dari adanya santunan untuk Yatama ini melaksanakan
himbauan Nabi Muhammad yang berkaitan memulyakan bulan Asyuro dengan
menyantuni anak yatim.
Ini juga sebagai perwujudan
kesetiakawanan social di masyarakat , oleh karena itu setiap datangnya
bulan Asyuro maka pengurus masjid bekerjasama dengan fihak lembaga
masyarakat , pemerintah desa dan juga lembaga pendidikan yang ada
membagi tugas penggalangan dana dari masyarakat.
Selain melibatkan RT
dan RW , perangkat desa juga melibatkan unsur sekolah seperti siswa
Madrasah Aliyah yang setiap tahun membantu mengumpulkan dana dari
masyarakat. Dengan menyatunya berbagai fihak itu maka acara santunan
Yatama yang berlangsung dua kali setahun bisa berjalan lancar meskipun
pelaksanaannya cukup sederhana saja.
| Anak Yatim yang disantuni |
“ Mestinya kami ingin mengemas pembagian santunan Yatama dalam format
yang meriah , namun karena keterbatasan dana maka acara pada hari ini
kami adakan secara sederhana . Yang penting semua Yatama ini
mendapatkan hak mereka dan bergembira pada hari yang penuh barokah ini
“, tambah Abah Ardans .
Acara yang berlangsung di serambi masjid Jami’ “Baitul Makmur “ ini
berlangsung sederhana penuh hidmat dengan rangkaian acara berupa
pembacaan Ayat suci Al Qur’an, bacaan Tahil, Sambutan Nadhir Masjid oleh
K. Mujab , dan penyampaian hikmah 10 Asyuro oleh K. Suhari S Pdi dan
terakhir pemberian santunan pada Yatama sekaligus musafahah dan elus
kepala oleh hadirin yang hadir pada Yatama sebagai perwujudan sunah
nabi.
Para anak Yatim yang hadir dalam acara santunan tampak bergembira dan
bersemangat mengikuti acara yang ditujukan kepadanya sekilas melupakan
kesedihannya . Apalagi saat mereka menerima amplop wajah mereka tampak
ceria satu persatu mereka berbaris menerima santunan dan
bersalam-salaman dan juga mendapat elusan kepala dari seluruh hadirin
yang hadir . Sementara itu beberapa hadirin yang mengikuti acara
santunan ini tak kuasa menahan kesedihan dengan menitikkan air mata
melihat anak-anak yang masih kecil itu ditinggalkan orang tuanya. (FM)
Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http:
www.For-Mass.Blogspot.com
Baca tanpa iklan