News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Ramadan 2013

Ramadan dan Persoalan Krusial Bangsa

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kelompok ini selalu memprovokasi dan menilai bahwa apapun yang dilakukan pemerintah tidak terhindar kegiatan pencitraan saja. Beberapa contoh kegagalan penyaluran BLSM misalnya, terus menerus disoroti oleh kelompok ini sebagai bukti pemerintah kurang profesional dalam menjalankan tugasnya. Ditengah kritikan tersebut, sebenarnya jajaran pemerintah juga perlu mencermati dan menjadikannya sebagai masukan untuk membenahi berbagai keteledoran.

Namun, yang patut dicermati adalah upaya menciptakan opini publik secara sesat terhadap masyarakat dengan mencoba-coba menghubungkan kejadian di negara lainnya, dengan apa yang seharusnya atau sebaiknya terjadi di Indonesia.

Beberapa kelompok kecil di sejumlah media sosial sudah mulai gencar melakukan cipta opini publik bahwa apapun yang terjadi di Mesir yaitu “kudeta atau perebutan kekuasaan” terhadap Presiden Mursi oleh militer Mesir dinilai oleh kelompok kecil di Indonesia, sebagai bentuk kepedulian militer Mesir terhadap nasib rakyat Mesir, yang kemudian kelompok ini mencoba untuk beropini dengan “membenturkan” kondisi di Mesir dapat terjadi di Indonesia, jika militer Indonesia memiliki kepedulian terhadap rakyatnya seperti yang dilakukan militer Mesir.
Ini jelas merupakan “sesat beropini dan berpikir”, karena keberadaan militer di sebuah negara jelas berbeda ideologi, doktrin, kesetiaan atau loyalitas serta pendidikan karakternya, sehingga tidak ada jalan atau langkah “kudeta” yang akan dilakukan militer, polisi ataupun intelijen Indonesia, karena kalangan aparat keamanan di Indonesia sangat menyadari bahwa “perebutan kekuasaan melalui kudeta” bukanlah proses politik yang sehat, melainkan proses politik yang turbulence dan berdarah-darah seperti yang saat ini terjadi di Mesir.

Upaya beberapa kelompok kecil di Indonesia yang mempolitisasi kasus di Mesir dihubung-hubungkan dengan kasus di Indonesia adalah sebuah bentuk manifestasi kedangkalan aqidah, karena “membuat opini dilandasi dengan dendam atau prasangka buruk” bukanlah esensi ajaran agama manapun juga.

*) Penulis adalah alumnus pasca sarjana Kajian Strategik Intelijen, Universitas Indonesia. Tinggal di Jakarta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini