News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rumah Bung Karno Dijual

Selamatkan Petilasan dan Laksanakan Ajaran Bung Karno

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rumah milik alm Ir Purbodiningrat di Jalan Patangpuluhan 22 Yogyakarta, pernah ditinggali Bung Karno saat agresi militer Belanda pertama.

Oleh: Eko Suwanto , Wakil Sekretaris Pengda Kagama DIY  yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY

TRIBUMMEWS.COM--Beberapa hari ini media diramaikan dengan isu penjualan rumah yang menjadi bagian sejarah hidup Bung Karno pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Disatu sisi, kita menyayangkan iklan penjualan rumah tersebut, namun disisi lain pemasangan iklan tersebut seperti menjadi cubitan bagi sebagian besar elit dan masyarakat Indonesia.

Dalam arti, iklan penjualan tersebut tiba tiba menjadi pengingat kepada kita, betapa kita sangat mencintai Bung Karno. Banyak pihak yang menanggapi dengan nada yang hampir sama, yakni selamatkan rumah bersejarah tersebut.

Kita sebagai rakyat yang mencintai Bung Karno dan setia dengan ajaran-ajarannya sudah tentu sepakat dengan upaya penyelamatan rumah bersejarah tersebut.

Misalnya dengan mendorong pemerintah berbicara dengan ahli waris rumah tersebut dan menjadikan rumah tersebut sebagai ruang belajar ajaran Bung Karno, Marhaenisme atau Gotong Royong termasuk sejarah hidup Bung Karno.

Rasa cinta pada Bung Karno, selain dengan 'nguri-uri' peninggalan atau 'petilasan' Bung Karno, kita juga memiliki kewajiban untuk belajar, menggali pengetahuan tentang ajaran-ajaran Bung Karno, Marhaenisme, termasuk Pancasil 1 Juni 1945 yang menjadi jiwa bangsa dalam berjuang memerdekakan Indonesia dari penjajahan kapitalisme dan neo kolonialisme - imperialisme yang hingga hari ini masih terjadi diberbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Khususnya kepada Pemerintah Pusat, peristiwa pengiklanan rumah bersejarah tersebut menjadi tamparan agar kembali ingat jasa-jasa besar Bung Karno dengan melakukan penyelamatan rumah tersebut.

Menggali dan meluruskan sejarah kehidupan Bung Karno yang banyak dibelokkan pada masa rezim Soeharto, serta secara konsisten melaksanakan ajaran-ajaran Bung Karno dalam pengambilan kebijakan untuk memerdekakan hatinya bangsa Indonesia dari berbagai bentuk eksploitasi asing.

Peristiwa ini juga memberikan pesan pada kita untuk terus berjuang melaksanakan Pancasila 1 Juni 1945, termasuk mendorong MPR RI mencabut TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967.

Terkait dengan upaya penyelamatan rumah bersejarah tersebut, kami akan mendorong pemerintah propinsi DIY dan kota Yogyakarta untuk mencari jalan keluar yang terbaik dengan semangat 'nguri-uri' bersama keluarga pemilik rumah.

Kami yakin, akan ada jalan keluar krn sama-sama mencintai Bung Karno dan rindu ajaran-ajaran Bung Karno.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini