News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Prabowo Wapres atau Tidak Sama Sekali!

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menghadiri pelantikan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Ketiga, para pendukung Jokowi dan Prabowo, yang selama ini ada kesan terbelah, akan kembali menyatu, dan itu akan membuat NKRI ini semakin kokoh.

Mungkinkah Prabowo masih trauma dengan “pengkhianatan” Megawati dalam Perjanjian Batu Tulis? Perjanjian Batu Tulis ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo pada 16 Mei 2009 di Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, dengan tujuh poin kesepakatan. Salah satunya, Prabowo bakal disokong menjadi presiden pada Pilpres 2014.

Faktanya, Megawati justru mencalonkan Jokowi. Kecewa boleh saja, tapi jangan sampai trauma. Pengkhianatan di dunia politik itu lumrah. Bukankah dalam politik berlaku adagium, “Tak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi adalah kepentingan?”

Atau mungkin Prabowo masih terobsesi dengan idelaismenya menjadi presiden, sebagaimana mantan mertuanya, mendiang Soeharto. Mungkin pula ia terobsesi dengan ramalan Fadli Zon.

Pun, mungkin ia mau menjadi “the last samurai”. Apalagi, hasil survei Indo Barometer menerbitkan secercah harapan: bila berpasangan dengan Anies Baswedan, elektabilitas keduanya mencapai 31,7%.

Berharap ada efek domino dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, elektabilitas Prabowo-Anies ini bisa dikapitalisasi menjadi modal untuk menantang petahana Jokowi. Di sisi lain, Prabowo tak mungkin berpasangan dengan Gatot Nurmantyo atau AHY karena sama-sama berlatar militer, sehingga tak akan menambah captive market. Itulah!

Karyudi Sutajah Putra: Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini